Metropolitan

Demi Meraup Keuntungan yang Banyak, Diduga Pekerjaan RKB SDN. 29 Nenak Dikerjakan dengan Bahan Jauh Dibawah Standar

Sintang, Kaliamantan Barat.Radar Investigasi.id-Pembangunan proyek Ruang Kelas Baru (RKB) untuk penambahan ruangan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Nenak km.10 Desa Balai Agung Kecamatan Sintang kota, kabupaten Sintang provinsi Kalimantan barat, dituding pengerjaannya asal-asalan.

LSM LIDIKKRIMSUS RI Divisi intelijen Agus menuturkan kepada Awak media Radar Investigasi ,jika banyak menemukan kejanggalan dalam pembangunan RKB SDN 29 Nenak,Agus menyayangkan terhadap pelaksana kontraktor, Yang mengerjakan RKB SDN 29 Nenak, terkesan asal-asalan dalam penggunaan bahan kayu yang di perkirakan tidak mampu bertahan lama, karena bangunan menggunakan bahan kayu rawa dan jenis lempung sebagai tiang keseluruhan bangunan yang di kerjakan menggunakan simpai kawat tersebut.

Menurut kepala sekolah SDN 29 Nenak, pak Supandi saat di temui Radar Investigasi, sangat menyesalkan sekali dengan bahan kayu yang digunakan pihak pemborong, 90 persen bahan kayu yang digunakan tidak memenuhi standarisasi yang seharusnya, di lokasi hasil pantauan media ini bahwa benar adanya jika bahan yang dimaksud kepala sekolah SDN 29 Nenak ,tersebut Adalah bahan kayu-kayu rawa yang di katagorikan kelas tiga semuanya sebagai tiang bangunan sekolah tersebut.
“PPTK di Dinas pendidikan kabupaten Sintang jangan tutup mata. Jika pembangunan SDN 29 Nenak tidak sesuai RAB, “kan sudah jelas dari pihak dinas terkait ada pengawasan langsung apakah hal ini ada unsur kesengajaan dari dinas pendidikan kabupaten Sintang, menyoal terkait pembangunan RKB yang tidak sesuai perencanaan kontrak, serta lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait khususnya dinas pendidikan kabupaten Sintang, terang Agus kepada awak Radar Investigasi, saat di temui di ruangan kerjanya.

“Bahkan, kami juga temukan Langit-langit atas dak dalam ruangan kelas Yang baru di bangun tersebut menggunakan ukuran kayu yang tidak sesuai dan semuanya berbahan kayu lempung yang sangat membahayakan terhadap kelangsungan belajar mengajar kedepanya nanti serta bagian luar semua memakai Triplek kayu yang seharusnya memakai Enternit dan perkerjaan terlihat jelas dengan kasat mata asal-asalan. Hal ini sudah jelas-jelas ada unsur kesengajaan dan pelaksanaannya asal jadi,”ungkap Agus yang turun langsung ke lapangan melakukan investigasi dari lembaga LIdikkrimsus RI Bakorwil kalbar.

Menyoroti Pembangunan proyek RKB SDN 29 Nenak, Dilapangan media ini menjumpai ibu Marselina yang Mengaku Sebagai penanggung jawab dari pihak perusahaan yang mengerjakan bangunan SDN 29 Nenak tersebut, Namun, saat Radar investigasi wawancarai Marselina enggan untuk banyak bicara dan terkesan gugup tidak bisa menjawab banyak dari pertanyaan pertanyaan dalam sesi wawancara Bersama Radar Investigasi ,, terkait bangunan SDN 29 yang menggunakan bahan kayu rawa dan lempung sebagai tiang tiang bangunan tersebut yang tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB)
,Di sesi wawancara Langsung Radar Investigasi bersama Kepala Sekolah SDN 29 Nenak,Supandi selaku kepala sekolah tidak bisa menjelaskannya karena pihaknya tidak mengetahui pengerjaan secara detail di lapangan bahkan sama sekali tidak di libatkan dalam pekerjaan RKB tersebut” terang Supandi, Supandi mengatakan jika, proyek RKB SDN 29 Nenak hasil penunjukan langsung (PL) yang nilainya berkisar Rp200 juta, melalui dana DAU Itu langsung oleh rekanan serta di awasi langsung dari pihak dinas pendidikan kabupaten Sintang,terang Supandi kepada Radar Investigasi.

” masalah RAB jelas kepala sekolah, saya tidak tau karena pihak rekanan tidak pernah menunjukan RAB pada pihak sekolah, terang Supandi kepada Radar investigasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Sintang, Drs.Lindra Azmar mengatakan (13-11-2019) saat Radar investigasi temui mengucapkan terima kasih atas laporan dan temuan yang di sampaikan dan segera menindak lanjuti hasil temuan tersebut, ” jika memang terbukti apa yang menjadi pantauan tim yang diturunkan Lindra ke lapangan, dengan tegas Lindra mengatakan kepada Radar investigasi memerintahkan pihak pelaksana untuk membongkar pekerjaan tersebut. (Irfan )

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top