Lintas Daerah

Diduga Petugas Membekup Praktek Illegal Logging di Aru

Dobo.Radarinvestigasi.id-Sesuai keterangan kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kehutanan Provinsi Maluku, Kabupaten Kepulauan Aru, yang pernah dilangsir oleh media ini, bahwa pengusaha Kayu yang bernama Wempi Darmapan memiliki Ijin Usaha Olahan Kayu Industry dan diperbolehkan mengirim kayu sampai keluar daerah kepulauan Aru bahkan luar daerah Provinsi Maluku.

Hanya disayangkan, hasil hutan kayu yang dikirim oleh pemilik ijin, kondisi fisiknya diduga tidak sesuai dengan ijin yang dimiliki. Karena Hasil Hutan Kayu yang dikirim bukan kayu Olahan Industry bahkan diduga berasal dari kawasan Hutan yang dipungut secara tidak sah, dengan mengantongi Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH) yang tidak sesuai kondisi fisik yang sebenarnya.

Pengiriman kayu tertanggal 5 April 2018, yang diketahui media ini, menurut buruh yang menangani bongkar muat, menyebutkan kalau kayu yang dikirim adalah milik Wempy Darmapan. Kepala UPTD Dinas Kehutanan yang di konfirmasi, melalui Hend Phon genggamannya, Denis Dumgair, mengaku tidak mengetahui masalah pengiriman kayu ke Surabaya, jawa dan sekitarnya.

Dia juga mengatakan, kalau masalah pengiriman kayu tidak menjadi suatu keharusan untuk ada pengawasan saat pengiriman. “Oh.., saya tidak tahu ada pengiriman, dan tidak ada pemberitahuan kalau ada pemuatan. Untuk pengiriman apakah ada pengawasan atau tidak, itu tidak ada keharusan untuk kita lakukan pengawasan pengiriman kayu.

Sebutnya. Selain itu, Denis juga mengirim SMS, meminta wartawan untuk pengiriman kayu dimaksud juga di konfirmasi ke-Wempy Darmapan. “Konfirmasi keWempy Darmapan juga terkait kelengkapan Dokumen.” Tulisnya.

Terdapat pula indikasi praktek Illegal Loging sesuai laporan dari salah satu warga yang menolak namanya di tulis bahwa ada pengusaha dan petugas Kehutanan yang bekerja sama untuk membeli, menampung, menjual dan mengirim kayu ke Surabaya dengan surat ijin yang tidak sesuai dengan kondisi fisik lapangan, bahkan hasil hutan kayu yang dibeli, diduga berasal dari kawasan Hutan yang dipungut secara tidak sah.

“Ini sudah ada indikasi kerjasama pemerintah desa dengan oknum-oknum petugas dan pengusaha, sehingga hutan kita bisa jadi gundul. Ini tetap saya lawan”. Tegas Sumber melalui Hand Phon Genggamannya. Kondisi pembalakan liar di Aru sesungguhnya bukan hal yang baru, kegiatannya pun tidak rahasia, dan terasa tak ada pembelaan terhadap kebenaran rakyat. (tim)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top