Metropolitan

Dinilai Rekrutmen PTT Kantor BPN/ATR Situbondo Sarat Kepentingan

Situbondo, Jatim.RadarInvestigasi.id – Dinilai syarat kepentingan perekrutan Pegawai Tidak Tetap (PTT) oleh Kantor ATR/BPN Situbondo mendapatkan protesan ratusan pelamar yang kecewa. Selasa, (12/12/2017)

Para pelamar kerja itu menuding, jika rekrutmen PTT yang dilakukan kantor Pertanahan Situbondo sarat atau berbau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pernyataan KKN tersebut terlontar oleh Rahman warga Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, salah seorang pelamar yang kecewa dengan kelakuan petugas Kantor Pertanahan Situbondo tersebut.

“Dalam prosedur pembukaan lamaran kerja itu pukul 9.00 hingga 15.00 WIB. Namun kenyataannya, sebelum pembukaan lamaran tersebut dilaksanakan kuota dinyatakan habis dan lamaran dinyatakan telah ditutup, padahal waktu belum menunjukan waktu yang tertera di atas,” ujar Rahman.

Lebih lanjut, Rahman mengatakan, indikasi KKN yang dilakukan oknum-oknum Kantor Pertanahan Situbondo tersebut sangat kelihatan sekali. “Coba bayangkan mas, saya bersama teman-teman sekitar jam 6.30 WIB sudah sampai di kantor ini, dan ketika tepat jam 09.00 WIB para pelamar akan mengajukan surat lamarannya tiba-tiba dibilang kuota habis dan lamaran dinyatakan ditutup,” keluh Rahman.

Sementara itu, Miranda warga Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo juga mengatakan sangat kecewa dengan rekrutmen PTT yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Situbondo.

“Menurut saya aneh pembukaan lamaran itu, jam 09.00 hingga 15.00 WIB dan dinyatakan ditutup pada jam itu juga. Sungguh hal yang ironis sekali, rekrutmen PTT tahun 2018 yang dilaksanakan Kantor Pertanahan Situbondo itu,” keluh Miranda.

Ditempat terpisah, LSM Transparansi Situbondo, Junaedi “Jika hal tersebut benar, maka perekrutan PTT oleh Kantor ATR/BPN Situbondo dinilai Deskriminatif”.

Lanjut dia, “dengan praktek seperti itu ATR/BPN Situbondo tidak mengedepankan pelayanan publik dan pantas saja ratusan pelamar dari berbagai pelosok desa se Kabupaten kecewa”.

Parahnya, saat awak media akan melakukan konfirmasi tidak dapat respon positif, bahkan tidak ada yang bersedia di wawancarai oleh wartawan, ada apa?…(f/a)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top