Metropolitan

Embung Krida Di Cap Gagal Memberikan Manfaat Bagi Petani

Sumbawa Besar.Radarinvestigasi.id -Pemerintah saat ini sangat gencar membangun fasilitas-fasilitas umum penunjang, demi kelangsungan hidup rakyatnya. Baik itu berupa Infrastruktur Jalan,jembatan bahkan pembangunan Bendungan yang berskala besar yang marak di bangun di beberapa Daerah di tanah air. Salah satunya Embung Krida yang terletak di dusun Krida Desa Jamu Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa Besar NTB sampai saat ini belum memberikan dampak atau asas manfaat bagi masyarakat dan pertanian yang ada di sekitarnya.

Masyarakat pada dasarnya sangat bersyukur dan merasa senang atas pembangunan Embung yang ada di Desanya, namun sejauh ini Embung tersebut belum memberikan dampak bagi masyarakat di karenakan air yang ada belum bisa mengairi lahan pertanian yang mereka miliki. Hal ini mendapat sorotan dari salah seorang tokoh masyarakat Abdul Hamid yang merupakan mantan Kepala Desa Jamu dua priode.

Saya tidak habis fikir sampai saat ini apa yang di bangun oleh pemerintah seperti Embung Krida ini sejauh ini belum memberikan manfaat bagi masyarakat dan petani yang memiliki lahan di sekitar area Embung tersebut,padahal estimasi yang harus di airi oleh Embung Krida ini sekitar 150 hektar are sampai dengan 250 hektar are. Namun pada kenyataannya tidak sesuai dengan harapan, jangankan 150 hektar are satu are pun belum ada yang di airi oleh air dari Embung yang sudah di bangun dua tahun lalu tersebut, bagaimana bisa mengairi lahan masyarakat sementara irigasinya sampai saat ini belum ada,tutur Hamid sapaan akrabnya kepada media Radar Investigasi.18/01/2020

Embung ini sekarang hanya bisa di jadikan tempat orang-orang mencari ikan,seperti memancing dan menjala. Tujuan pembangunan Embun tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan air dan mengairi lahan milik masyarakat yang saat ini selalu tidak mendapat bagian air dari Bendungan Pelara. Dibangunnya Embung di dusun Krida Desa Jamu ini di karenakan Mikro Hidro yang di sediakan oleh pengairan tidak mampu untuk mengangkat volume air sehingga masyarakat Krida sampai saat ini tidak bisa mengairi lahannya dari air Bendungan yang ada di Pelara.

Sangat di sayangkan Embung yang di bangun dengan anggaran puluhan milyar yang bersumber dari APBN pada tahun 2018 oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) NT I menjadi bangunan yang sia-sia,bahkan di cap sebagai Embung yang gagal memberikan asas manfaat bagi masyarakat di dusun Krida Desa Jamu Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa Besar,terang Hamid dengan nada kesal.

Bagaimana mungkin masyarakat bisa memanfaatkan air dari Embung tersebut ,sementara irigasinya belum dibangun sampai saat ini. Kondisi Embung Krida saat ini sangat memprihatinkan bahkan terkesan tidak mendapat perawatan dari Dinas terkait. Seperti tumpukan tanah yang di keruk dengan alat berat masih menumpuk di tengah sungai yang menghalangi dan menutupi sedimen air sehingga air yang ada di kali tersebut menjadi tergenang dan tidak bisa mengalir ke hilir seperti biasanya.

Hal ini patut menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan Dinas terkait dalam hal ini pihak BWS NT I harus segera mengambil langkah membenahi Embung Krida yang saat ini belum di fungsikan. Bahkan pihak Desa khususnya Pemerintah Desa Jamu sebagai penerima manfaat dari pembangunan Embung tersebut harus mampu mencari solusi agar apa yang menjadi prioritas masyarakat bisa di selsaikan dengan baik.

Harapan masyarakat di dusun Krida agar lahan-lahan yang mereka miliki dapat di airi oleh air dari Embung yang sudah di bangun oleh pemerintah dari uang rakyat berguna untuk kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat dusun Krida. Patut di duga ada permainan oknum-oknum yang nakal dalam pelaksanaan pembangunan Embung Krida tersebut,di karenakan Embung tersebut masih menyisahkan masalah bahkan terkesan asal jadi karena mengejar progres. (YD)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top