Metropolitan

Janji Politik yang Tertanam Dalam Lumpur Jalan Batu Lanteh

Sumbawa Besar.Radarinvestigasi.id-Sebagian besar rakyat tidak lagi memandang penting kampanye bahkan pemilu itu sendiri karena hal ini dianggap tidak lebih dari sekedar rutinitas lima tahunan belaka yang belum pasti akan memberikan dampak langsung terhadap perbaikan kehidupan mereka. Terjadinya penurunan secara beruntun partisipasi masyarakat dalam setiap gelaran pemilu di era Reformasi merupakan bukti konkretnya. Bahkan, dalam konteks pilkada, di beberapa daerah jumlah suara golput justru lebih besar daripada suara kemenangan pasangan calon.

Alasan mendasar yang melatarbelakangi munculnya kekecewaan masyarakat tersebut akibat janji pemilu yang tak kunjung pernah menjadi kenyataan. Rakyat mulai sadar dan merasa hanya dibutuhkan suaranya saat pemilu, selanjutnya diabaikan ketika kekuasaan telah tercapai.
Sebagai salah satu bukti nyata janji politik lima tahunan tentang pelayanan serta penanggulangan infrastruktur jalan yang berada di Kecamatan Batu Lanteh Kabupaten sumbawa Besar, sampai saat ini masih menyisahkan cerita kelasik yang tak pernah kunjung di perhatikan atau di perbaiki. Janji demi janji yang di tawarkan para kontestan Pilkada serta Caleg yang datang ke beberapa Desa di Kecamatan Batu Lanteh namun semunya hanyalah janji manis yang tertanam dalam lumpur jalan Batu Lanteh yang di laluinya setelah terpilih.

Desa-desa yang berada di Kecamtan Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa Besar NTB seolah-olah tidak di akui keberadaannya bahkan cenderung istilah di anak tirikan karena minimnya perhatian Pemerintah,baik pemerintah Pusat,Provinsi apa lagi Pemerintah Kabupaten.
Insfrastrukur jalan merupakan akases yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat Desa pedalaman yang meliputi wilayah Kecamatan Batu Lanteh seperti” Desa Kelungkung,Batu Dulang Batu Rotok,Tepal,Bao Desa dan Tangkan Pulit.
Desa yang paling parah adalah Desa Batu Rotok, Tangkan Pulit,Bao Desa dan Tepal. Desa-desa ini merupakan penghasil kopi,vanili dan kayu manis yang sangat bagus di NTB dan tidak kalah kwalitasnya dari daerah-daerah lain di indonesia. 06/01/2020

Bilamana infrastruktur jalan yang belum memadai secara otomatis bea angkut serta mobilisasi untuk membawa hasil panen dari dan menuju kota sumbawa besar akan sangat membengkak. Ini yang menjadi PR besar Pemerintah untuk memberikan pelayanan serta kesetaraan hidup layak. rakyatnya terutama rakyat yang tinggal di wilayah pelosok pedalaman serta hampir tidak tersentuh bantuan dari pemerintah.

Janji kampanye para kontestan pemilu seolah-olah hanya menjadi pemanis bibir semata untuk mengelabui rakyat agar tertarik memilih dirinya padahal dari semula janji tersebut mungkin telah direncanakan untuk tidak dipenuhinya. Maka tidak heran bila sebagian besar rakyat menganggap janji politik sangat identik dengan kebohongan. Pemilu dan Pilkada di mata rakyat tidak lebih dari sekadar sebuah ajang tempat orang memberikan janji-janji untuk diingkari.

Akibatnya, demokrasi perwakilan di Indonesia saat ini mengalami masalah disconnected electoral yaitu adanya keterputusan relasi antara wakil dengan yang diwakili. Sehingga seringkali tindakan yang dilakukan oleh para wakil tidak linier dengan apa yang menjadi aspirasi dan keinginan dari orang-orang yang diwakili (publik).

Implikasinya, money politics menjadi lebih meluas sehingga perilaku pemilih cenderung mengarah pada munculnya “transaksi material” yang bercorak jangka pendek dan sesaat, bukan pada “transaksi kebijakan” antara para wakil dengan terwakil. Bahkan tahun 2020 ini merupakan tahun politik,tujuh Kabupaten/Kota di NTB akan melaksanakan pesta demokrasi salah satunya Kabupaten Sumbawa Besar dan sudah barang tentu janji-janji politik baru akan bermunculan dan meramaikan hiruk pikuk demokrasi dan bakal calon.

Aminuddin.SH.MH putra asli Bao Desa merupakan Pemuda Adat Pusu memberikan tanggapan atas kondisi jalan yang saat ini rusak parah dan tidak adanya penaggulangan yang serius dari pemerintah dan Dinas terkait, kami masyarakat disana seakan belum merasakan kemerdekaan yang utuh.

Kemerdekaan dalam arti yang sangat luas seperti kemerdekaan secara ekonomi, salah satunya infrastruktur yang memadai yang belum di nikmati oleh rakyat pedesaan pada umumnya, bahkan pohon-pohon besar banyak tumbang menghalangi perlintasan jalan bahkan masyarakat pengguna jalan sering kali meniggalkan kendaraannya di jalan di karenakan kondisi jalan yang rusak dan berlumpur seperti kubangan kerbau tegas beliau kepada wartawan Radar Investigasi. (yd)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top