Hukum

Kapolres MBD Berkomitmen Serius Mengusut Kasus ADD Desa Watuwei

Watuwei MBD.Radarinvestigasi.id-Kapolres MBD, AKBP. S. Norman Sitindaon, S.IK, bertekat untuk serius dalam menangangi kasus dugaan penyelewengan dana desa watuwei, kabupaten Maluku Barat Daya.
Hal ini terlihat dari hasil konfirmasi wartawan RadarInvestigasi.id, dengan kapolres MBD melalui via sms. Orang nomor satu di wilayah hukum polres MBD ini mengatakan bahwa, dirinya akan serius salam menyelesaikan kasus tersebut.

Perlu di ketahui bahwa, dugaan penyelewengan ADD desa Watuwei, yang sementara ini berada di tangan penyidik polres MBD, berdasarkan hasil laporan masyarakat setempat, kini dalam tahap pengambilan keterangan kepada BPD dan staf pemerintah desa sekaligus pengumpulan bukti-bukti terkait dengan hasil laporan masyarakat.

Dugaan kuat adanya penyelewengan ADD desa watuwei, yang di lakukan oleh Sekdes beserta kroni-kroninya, karena banyak sekali proyek pengadaan yang tertuang dalam RAB desa tidak terealisasi. Adanya terealisasi setengah jalan saja, tapi ada juga yang sama sekali tidak terealisasi. Padahal di RAB desa semuanya terealisasi dengan baik.

Salah satu staf desa DW yg berhasil di konfirmasi oleh wartawan RI menerangkan bahwa, memang benar kalau banyak sekali kejanggalan di laporan ADD desa watuwei. Contoh, pengadaan baju PKK dan baju BPD dalam RAB sudah terealisasi, namun faktanya dari 2017 sampai sekarang ini baju-baju tersebut tidak perna ada. Lanjutnya lagi bahwa, dalam RAB 2017 terkait dengan pengadaan semen 2.500 sak semen, namun yg terealisasi hanya 1.500 sak semen. Lalu di kemanakan anggaran-anggaran tersebut..?
Apakah sebagian anggaran tersebut di makan rayap sehingga anggarannya menjadi berkurang”, tutupnya.

Selanjutnya, berdasarkan hasil konfirmasi media RadarInvestigasi dengan salah satu oknum masyarakat setempat yakni; Sefnat Laimuslo, yang merupakan pelapor ADD desa watuwei kepada Polres MBD. Sefnat menjelaskan bahwa, benar ADD desa watuwei selama ini, tidak membawah perubahan bagi masyarakat. Banyak pembangunan yang ada di desa watuwei, bukan karna dana desa. Tapi itu merupakan hasil kerja keras masyarakat sendiri. Dirinya menambahkan lagi bahwa, contoh saya sendiri sebagai masyarakat desa watuwei tidak perna menerima dana pemberdayaan masyarakat. Nada kesal bercampur sedih terdengar dari suara sefnat Laimuslo. Di tambakan lagi bahwa, ketika informasi beredar kalau saya sudah di panggil secara resmi oleh pihak polres MBD untuk memberikan keterangan berupa laporan resmi terkait dengan dugaan penyelewengan ADD desa Watuwei, barulah dua hari sebelum saya berangkat ke polres MBD, berdahara desa bawakan uang ke saya dengan jumlah nominal 2.500.000. Namun saya menolak uang itu”, tutupnya.

Dari perkembangan yang terjadi, dan juga berdasarkan infomasi serta data-data yang berhasil di himpun oleh media RadarInvestigasi, maka media ini meminta kepada pihak polres MBD, agar lebih serius di dalam menyelesaikan proses dugaan penyelewengan ADD tersebut.
Karena jika pihak penyidik polres MBD tidak mampu mengusut tuntas kasus ini, maka. Kepercayaan masyarakat akan terkikis, terkait kepercayaan masyarakat kepada kepolisian Republik Indonesia, kususnya Polres MBD.
(TIM)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top