Metropolitan

Kasus Human Trafiking Di Nyatakan Lengkap Polda NTB Serahkan Tersangka Untuk Diadili

Mataram.Radarinvestigasi.id-Polda NTB melakukan gelar konferensi pers Human Trafiking yang di lakukan oleh oknum tekong penyalur tenaga kerja ilegal ke Luar Negeri khususnya Timur Tengah (Saudi Arabia) oleh saudara Haji M.Suaily Sukri alias HMS (50) tahun lahir di Sengkerang 31 Desember 1969 dengan alamat dusun Sengkerang IV, Kelurahan Sengkerang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah.

Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB langsung melakukan pengamanan terhadap HMS pelaku Human Trafiking berdasarkan laporan pihak keluarga korban,dengan nomor laporan LP/232/IX/2019/SPKT pada tanggl 21 September 2019. Diketahui bahwa korban atas nama Ida Royani (36) tahun alamat Lingkungan Gerintuk,Kelurahan Renteng Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah telah meninggal dunia di Negara rantauan Timur Tengah (Saudi Arabia).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K, M.Si menjelaskan, tersangka HMS melakukan perekrutan dan pengiriman tenaga kerja ke Luar Negeri dengan cara memalsukan dokumen berupa KTP korban Ida Royani dan memberikan uang fee sebesar lima juta Rupiah kepada korban. Selanjutnya korban Ida Royani di antar oleh saudaranya menuju Bandara International Lombok (BIL) untuk bertemu dengan tersangka HMS.

Setelah bertemu dengan tersagka HMS di Bandara International Lombok (BIL), korban dan HMS berangkat bersama-sama menuju Jakarta dan setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta korban di serahkan kepada seorang sponsor dengan inisial SI yang di ketahui dari Negara Saudi Arabia. Dari Jakarta korban di bawa terbang ke Luar Negeri oleh SI menuju Timur Tengah (Saudi Arabia) untuk dipekerjakan sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT). Setelah bekerja di Negara tujuan Saudi Arabia korban sempat menghubungi keluarganya di Lombok NTB dan menceritakan keadaan dirinya, bahwa dirinya kerap kali mendapat perilaku yang tidak baik dari majikan tempat dia bekerja. Seperti penyiksaan dengan kekerasan yang di lakukan oleh majikannya di Saudi Arabia.

Diketahui korban Ida Royani tinggal di sebuah kos-kosan di wilayah Makkah Al-Mukarromah dan tidak tinggal satu rumah dengan sang majikan tempat dia bekerja. Pada tanggal 20 Juni 2018 Kos-kosan di Naksa At-Taqwa Mekkah yang di tempati oleh korban mengalami kebakaran hebat dan salah satu korban dari kebakaran tersebut adalah TKW Indonesia asal Lombok Tengah yakni Ida Royani. Sehingga korban di larikan ke Rumah Sakit Al Nur Mekkah oleh pemerintah Negara setempat, namun sayang nyawa korban tidak dapat di selamatkan. Dan kemudian dari pemerintah Negara Saudi Arabia di Mekkah di terbitkan surat kematian dengan keterangan penyebab kematian di karenakan menghirup asap tebal dari musibah kebakaran tersebut dan korban Ida Royani tidak di pulangkan oleh pihak pemerintah Indonesia melalui kantor kedutaan besar Republik Indonedia karena sudah di makamkan di Mekkah,jelas Humas Polda NTB kepada wartawan. 20/01/2020

Dari tindakan yang di lakukan HMS sebagai pelaku Human Trafiking Polda NTB telah menjeratnya dengan tidak pidana Pasal 10 fan atau Pasal 11 Jo Pasal 4 UU RI No.21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana Perdqgangan Orang dan atau Pasal 81 Jo Pasal 86 UU RI No.18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pejerja Migran Indonesia. Dengan ancaman hukuman tiga (3) tahun kurungan dan paling lama lima belas (15) tahun kurungan serta pidana denda paling sedikit Rp. 120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

Penagkapan terhadap pelaku HMS dilakukan oleh Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB pada tanggal 01 Oktober 2019 di tempat persembunyiannya. Satuan Tim Subdin Ditreskrimum Polda NTB berhasil mengamankan barang bukti berupa dokumen surat pernyataan perdamaian tertanggal 26 Juni 2019, satu lembar foto copy KTP atas nama Ida Royani dengan nomor NIK: 5202014807830010, satu lembar foto copy Kartu Keluarga No. 5201022504110009, satu lembar foto copy Akta Kelahiran atas nama Ida Royani Nomor AL.8436953592, satu lembar foto copy Paspor atas nama Ida Royani Nomor Paspor AP440914, satu lembar foto copy Paspor atas nama Ida Royani Nomor Paspor B1727724, dan satu lembar foto copy dari PT. Ridho Hasan Wisata tanggal 11 Agustus 2015 perihal permohonan Paspor yang kesemua berkas tersebut telah di legalisir oleh Kantor Imigrasi Kelas I Mataram.

Sejak dilakukan penangkapan terhadap tersangka HMS tindak pidana Perdagangan Orang pada tanggal 01 Oktober 2019, pihak Polda NTB selanjutnya melakukan penahanan selama dua puluh hari sejak tanggal 01 Oktober sampai dengan tanggal 20 Oktober 2019. Dan saat ini berkas perkara sudah di nyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan Tinggi NTB dengan Nomor P-21: B-3126/N.2.4./Etl.1/12/2019 dan pada hari ini senin 20 Januari 2020 akan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti untuk segera di sidangkan,tambah Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si.

Hal ini membuktikan lemahnya pengawasan pemerintah dalam pencegahan tenaga kerja ilegal yang di berangkatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melalui perusahaan-perusahaan ilegal di wiliyah hukum NTB, bahkan sampai saat ini makin meraja lela keberangkatan Tenaga Kerja ke berbagai Negara tanpa di dukung oleh dokumen yang resmi khusunya keberangkatan ke wilayah Negara Timur Tengah, dengan adanya salah satu kasus yang menimpa warga masyarakat Lombok Tengah yakni saudari Ida Royani (alm) ini, Pemerintah melalui Dinas terkait harus segera melakukan pembenahan sistim dan pencegahan terhadap tindak pidana Perdagangan Orang yang yang banyak tersangkut masalah hukum di Luar Negeri. (YD)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top