Tak Berkategori

Kegiatan MTQ Kab. Luwu Timur Tingkat Provinsi “Beraroma Korupsi”, Ini Kata Sukardin

Lutim.Sulsel.Radar Investigasi.id-Kegiatan Musabah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Selawesi Selatan ke XXX yang di pusatkan di bundaran City Center, Desa Puncak Indah Kec. Malili, Kab Luwu Timur 01/04/2018 ber aroma korupsi.

Anggaran yang di Gelontorkan untuk Prosesesi kegiatan tersebut terbilang cukup fantastis, menghabiskan anggaran milyaran rupiah.

Diketahui kegiatan MTQ tingkat Provinsi menggunakan anggaran APBD Luwu Timur sebesar 7,8 Milyar yang di kelolah melalui bagian kesejahtraan masyarakat (Kesra) pada Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur.

Selain menghabiskan anggaran milyaran rupiah selama kurang lebih delapan hari pada prosesi pelaksanaanya di sinyalir kuat dugaan adanya sarat kong kalikong, atau beraroma korupsi.

Pasalnya dari sejumlah anggaran Rp 7,8 milyar yang di kelolah langsung oleh bagian kesejahtraan Masyarakat (Kesra) pada sekretariat Daerah Kabupaten Luwu timur terdapat jasa sewa tenda dan konsumsi makan yang di anggarkan sebesar Rp 2,7 milyar, yang pelaksanaannya melalui penunjukan langsung, ad apa..????

Sebelumnya dalam proses awal penetapan anggaran untuk jasa sewa tenda dan konsumsi makanan di anggarkan sebesar Rp 3,1 Milyar, namun karena di anggap terlalu besar sehingga di kurangi menjadi Rp 2,7 milyar.

Diketahui untuk anggaran jasa sewa tenda dianggarkan sebesarRp 2,2 milyar, melalui penunjukan langsung namun yang hanya terbayarkan oleh pemilik tenda sebesar Rp 1,8 milyar, shingga terdapat selisih harga pembayaran yang masih tersisa, kemana sisa dana tersebut ??.

“Selain jasa sewa tenda terdapat pula pengadaan konsumsi makanan/ ketring dengan nilai anggaran Rp 400 juta yang diduga di kelola oleh salah satu oknum istri pejabat daerah Kab. Lutim”, menurut sumber informasi terpercaya.

Menyikapi Kegiatan tersebut yang di duga beraroma korupsi, sejumlah LSM angkat bicra.

Sukardin selaku Ketua DPW Sul-Sel LBH & PENEGAKAN HUKUM BHAYANGKARA INSONESIA menyampaikan, kami bersama teman-teman wartawan dan Lembaga NGO lainnya akan menindak lanjuti laporan dan informasi yang masuk ke kami” ini harus dikontrol penggunaan dana tersebut, ini anggaran Rp 7, 8 milyar dan hanya memakan waktu satu minggu saja untuk menghabiskannya, jangan sampai terindikasi korupsi, kolusi dan nepotisme, dalam pelaksanan kegiatannya.

Lanjut kata Sukardin ini juga yang perlu dipertanyakan adalah proses penunjukan langsung untuk jasa sewa tenda, jangan sampai terindikasi suap, tentunya biasanya dalam penunjukan langsung itu biasanya ada loby-loby dan Fe nah ini yang perlu di telusuri, jangan sampai ada bagi-bagi dalam pengadaan jasa sewa tenda tersebut, jelasnya.

Lanjut kata Sukardin seharusnya penegak hukum di Luwu Timur harus responsif menanggapi dan menindak lanjuti setiap informasi dan laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi, kami juga akan meminta penegak hukum untuk segera lakukan penyelidikan Kegiatan MTQ tersebut, ini tidak main main loh ini kegiatan yang menghabiskan anggaran yang sangat besar, ini harus di tindak lanjuti” ungkapnya.

Sampai berita ini di turunkan belum ada konfirmasi dan klarifikasi oleh Sekda Luwu timur ” Bahri Suli ” selalaku ketua Panitia, di karenakan saat wartawan mendatangi kantor Skretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur beberpa waktu lalu, tidak berada di tempat” di coba juga untuk menghubungi melelui fia telfon namun tidak bisa”. ( Ard ).

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top