Hukum

Keluarga Korban Pertanyakan Kasus Mobil PO Kita Bersama yang Tabrak Rumahnya di Pangkal Beloteng Teluk Rendah Ulu

TEBO-RADARINVESTIGASI.ID-Warga yang rumahnya di tabrak oleh mobil {PO kita bersama}disusun pangkal bloteng RT 06 desa teluk rendah ulu kecamatan Tebo Ilir. Kejadian tersebut sekitar pukul 12:00. 30 Juli 2019 yang lalu sampai saat ini belum selesai.

Nama korban pemilik rumah Idham Khalid umur 80 tahun dia mengalami cendera luka ringan di bagian betisnya. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian akibat teras rumahnya di tabrak berkisar 15 juta sampai saat ini tidak ada diganti rugi oleh pihak yang bersangkutan.

Menurut keterangan Ahmad sarnubi anak Idham Khalid “Bukan rumah ini saja yang di tabrak tetapi ada dua motor yang juga jadi korban satu motor beat satunya lagi motor Mega pro. Warga yang mengendarai sepeda motor tersebut dari arah Jambi hendak ke arah Bungo istirahat di rumah bapak saya kedua motor rusak parah. Alhamdulillah kedua pengendara sepeda motor tersebut berhasil menyelamatkan diri mereka”, ujar Ahmad.

Ahmad sarnubi anak dari Idham Khalid merasa geram dan kecewa dengan oknum yang menangani kasus tersebut. Karena kasus ini sudah lama sampai saat ini belum juga selesai.

“Kami sudah tujuh kali mendatangi kantor polantas Tebo Ilir terakhir kemarin bulan puasa ini mempertanyakan tindak lanjut kasus mobil yang menabrak rumah orang tua saya sampai saat ini tidak ada sedikitpun niat baik dari PO kita bersama”, imbuhnya.

“Saya sebagai anak sangat kecewa kenapa sopir tidak di tahan alasan mereka ini kecelakaan murni saya sangat kecewa dengan kasus ini belum juga tuntas”, tuturnya.

“Sopir mobil PO kita bersama tidak di tahan alasan mereka itu bukan sopir aslinya tapi itu sopir tembak atau sopir”, tambahnya.

“Dalam kejadian tersebut perwakilan {PO kita bersama} provinsi Jambi yang bernama Siregar datang ke TKP dia bilang kita datang kesini cuman memastikan korban benar apa tidak. lagian saya datang kesini juga tidak bisa mengambil keputusan”, ujar Ahmad meniru kata kata Siregar.

“Saya minta kepada aparat kepolisian supaya secepatnya mengambil tindakan dan juga memanggil pihak yang bersangkutan. supaya kasus ini benar-benar di pertanggung jawabkan sama mereka jangan lari dari tanggung jawab dan kenyataan mereka harus mengganti kerugian tersebut”, tutup Ahmad dengan nada kesal. (Hermanto)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top