Lintas Daerah

Kisruh Sosialisasi Germas, Bawaslu Poso Telah Periksa 11 Orang Saksi

POSO.RADARINVESTIGASI.ID-Bawaslu Kabupaten Poso terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap adanya dugaan politik uang atau money politik dalam kegiatan Gerakan Masyarakat (Germas) oleh kementerian kesehatan di Desa Silanca, Kecamatan Lage, pada Sabtu (20/10/2018) lalu.

Atas kejadian tersebut,pihak Bawaslu kabupaten Poso telah memintai keterangan terhadap 11 orang baik dari saksi pelapor ,terlapor hingga anggota Panwas kecamatan (Panwascam).

Berdasarkan data yang ada sebelumnya,kisruh sosialisasi Germas tersebut dilaporkan oleh warga yang menjadi salah seorang peserta sosialisasi diberikan sejumlah barang dan uang oleh pihak panitia usai kegiatan digelar.

Menariknya acara yang dikemas sebagai sosialisasi sehari dari kementerian kesehatan tersebut justru dihadiri oleh beberapa Caleg DPRD dari Partai Demokrat untuk Dapil provinsi Sulteng dan Dapil I DPRD kabupaten Poso yang memberikan langgsung barang tersebut .

Atas laporan tersebut ,pihak Bawaslu akhirnya melayangkan undangan kepada 11 orang saksi untuk dimintai keterangan yang didalamnya termasuk Ellen Ester Pelealu caleg provinsi Sulteng serta Ardin Pilonggo,Rostin Taruk Labi,Ardianto Bermuli masing-masing caleg DPRD kabupaten Poso Dapil I partai Demokrat.

Selain 4 orang terlapor,pihak Bawaslu juga telah memintai keterangan terhadap pihak pelapor ,Panwascam,Kordiv pengawasan serta pengawas Desa yang jumlahnya keseluruhan sebanyak 11 orang .

Cristian Oruo selaku Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Poso dalam keterangan persnya pada Kamis(8/11/) menyebutkan jika laporan yang kini sedang diproses terkait adanya kegiatan Germas. Adanya proses pemeriksaan ini, berawal dari masyarakat mengikuti acara sosialasi bertajuk germas.

Laporan tersebut kini sementara dalam proses dan sudah disampaikan hasilnya dimana sudah Daluasa sehingga tidak bisa diregister atau diindak lanjuti yang dalam artian tidak bisa ditindak lanjuti dalam metode pelaporan,namun laporan tersebut tidak berhenti mengingat laporan bukan hanya terkait kegiatan tersebu, tetapi juga terkait dengan adanya pemberian barang setelah kegiatan digelar.

‘’ Proses terkait kegiatan Germas tidak terhenti dan masih terus berjalan,sudah 11 orang kita mintai keterangan,barang bukti juga yang diberikan oleh pelapor seperti,jam dindingmerek Riz,uang 300 ribu dalam pecahan 50ribu untuk tiga amplop dan baju kaos yang kini sudah diamankan oleh Bawaslu unuk dijadikan barang bukti,’’ Ungkap Cristian Orou.

Dijelaskannya seluruh barang bukti tersebut masih disimpan di kantor Bawaslu ,mengingat laporan yang daluarsa akan dijadikan informasi awal sesuai dengan mekanisme yang ada di peraturan Bawaslu no.7.Diakuinya,informasi awal tersebut nantinya akan dikembangan menjadi indikasi unuk selanjutnya menjadi temuan,jadi informasi awal tersebut sebagai bahan investigasi unuk memintai keterangan,jika undangan bunyinya klarifikasi berarti statusnya sudah menjadi temuan.

‘’ Informasi awal ini tujuannya untuk menentukan peristiwa itu benar atau tidak seperti saat kegiatan Germas digelar,tetapi hubungan kegiatan itu dengan pemberian barang-barang dan uang yang dilakukan oleh oknum usai keggiatan,’’ Tambah Cristian,saat didampingi ketua Bawaslu Abdul Malik Saleh. (rahman)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top