Metropolitan

Lembaga Lidikkrumsus RI DPP Kalbar Pertanyakan Pekerjaan Mangkrak 

Kalbar.Radar Investigasi-23/01/2020 Warga mendatangi ARIF Tim investigasi LIDIK KRIMSUS RI menyampaikan secara langsung tentang pembangunan Lanscape kantor Bupati “kami bingung melihat pembagunan yang didepan kantor Bupati kenapa drainase nya kok hanya di kerjakan sebelah sedangkan dalam dokumen pelelangan dan kontrak kerja kalau tidak salah ada tiga pekerjaan yaitu Drainase,pemasangan paping dan pemerataan lahan depan/penggusuran, tanggal 23/01/2020.

“Ini kami melihat kenapa tidak ada paping dan juga untuk drainase dari awal sampai halaman depan kantor bupati semuanya hanya di kerjakan sebelah saja, seharus nya jika memang pekerjaan nama nya drainase yang di kerjakan bukan sebelah saja tapi kiri-kanan dan pondasi dasar drainase di cor.tapi ini kami lihat sebelah drainase masih kosong dan masih tanah jika begini menurut kami bukan drainase tetapi ini barau”, terang warga kepada Arif.

Menindak lanjuti laporan tersebut Arif sebagai Ketua Tim Investigasi LKRI menghubungi dan meminta Elisabet etarusni selaku DPP LIDIK KRIMSUS RI Kalbar yang ada di Kabupaten Melawi untuk menindak lanjuti atas laporan warga dan segera menghubungi Dinas terkait,ternyata PPK atas nama Yusuf Pasinggi yang dihubungi via telpon tidak ada jawaban kemudian menghubungi PPTK Erwin bertemu secara langsung Erwin menyampaikan bahwa benar di dalam pekerjaan ada tiga di pekerjaan yaitu drainase, paping dan penggusuran dengan pagu dana awal Rp.4.367.185.833,74.

Tetapi di kontrak pekerjaan sesuai penawaran perusahaan pemenang lelang sudah berkurang jadi tiga miliar lebih sudah banyak pengurangan dan ada adendum sekali atas pekerjaan tersebut,untuk pekerjaan yang dikerjakan yaitu drainase, penggusuran dan rabat beton kelas K225 dengan lebar 10 meter.

Tim LKRI Kabupaten Melawi juga langsung turun kelapangan ambil sampel foto kantor bupati Melawi juga masih dalam kota, mencoba mencari papan plang pekerjaan tetapi tidak di temukan di semua sudut depan dan belakang kantor Bupati.

Arif menyampaikan Melihat kondisi riil di lapangan jika ini di temukan indikasi ada kecurangan saya akan meminta Pihak DPP LIDIK KRIMSUS untuk segera melaporkan kepada pihak2 yang berkompeten(Inspektoratdan KPK turun kelapangan dan akan kami kawal melalui semua media yang sudah kerjasama dengn LKRI ) dan menurut saya saat sebuah perusahaan melakukan penawaran sudah jelas hitungan harga per-aitem pekerjaan jika perusahaan melakukan penawaran terlalu rendah pada saat melakukan penawaran di lelang kan sudah di kaji dan di introgasi apa alasan untuk penggadaan material dll sehingga perusahaan tersebut mampu menawarkan dengan nilai terendah dan tentu nya jawaban perusahaan juga sudah mengatakan siap dan mampu melaksanakan pekerjaan tersebut atas ai-tem pekerjaan dengan tim penyelenggara pelelangan (LPSE Kab.Melawi) dan saya rasa Tim LPSE sudah mengkaji berulang2 atas penawaran perusahaan sehingga akhirnya berani mengeluarkan kontrak awal yaitu ttd kesanggupan perusahaan menyelesaikan semua pekerjaan dalam dokumen pelelangan sesuai dengan nilai penawaran dan tidak boleh menghilangkan sub aitem perkerjaan dalam kontrak.

Realita nya sebelum sebuah pekerjaan di lelang dari dinas terkait pasti nya juga ada tim perencanaan dan tim perencanaan sudah menghitung dan melihat secara detail untuk sebuah kebutuhan dalam areal pembangunan.
Dan di saat pekerjaan sudah berjalan ada adendum yang memang sampai menghilangkan sub aitem pekerjaan.
laporan masyarakat ini dari PH dan ML ini atas pekerjaan Lanscape kantor Bupati dengan pagu dana di kontrak sebesar Rp.3.493.424.833,65 yang di kerjakan CV.Cahaya. (Irfan)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top