Hukum

Mantan Dirut PT.Tripat di Tetapkan Sebagai Tersangka

Mataram.Radarinvestigasi.id Bersamaan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Kepala
Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Nusa Tenggara Barat mengeluarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka
Kasus Korupsi Penyertaan Modal Pemda Lombok Barat pada PT. Patut Patuh Patju (PT.Tripat) Tahun
Anggaran 2012/ 2013 kasus pembangunan gedung pusat perbelanjaan Lombok City Center (LCC) dan sekaligus Surat Perintah Penahanan.

Penetapan Tersangka dan Penahanan tersebut baru pada satu orang yakni Mantan Direktur PT.
Patut Patuh Patjuh (PT. Tripat) atas nama tersangka Lalu Azril Sopandi.SE umur 41 Tahun yang
beralamat di jalan Kenanga Raya no.110.A RT/RW 008/28 Kelurahan Turida Kecamatan Sandubaya
Kota Mataram berdasarkan surat penetapan tersangka nomor: B-2944/N.2/Fd.1/12/2019.

Bahwa tersangka Lalu Azril Sopandi.SE selaku Direktur PT. tripat diduga melakukan Tindak Pidana
Korupsi dalam pengelolaan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yakni
pengelolaan penyertaan modal berupa uang dengan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp.
400.000.000 lebih sesuai hasil audit PKN oleh Inspektorat Lobar dalam pengelolaan penyertaan
modal berupa tanah khususnya.

Lahan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tersebut diberikan kepada PT.Tripat
pada tahun 2013 dengan penyertaan modal senilai 1,7 Milyar. Saat aset beserta penyertaan modal
bergulir pada tahun 2013, Lalu Azril Sopandi.SE berperan sebagai Dirut PT.Tripat sebuah Badan
Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Lombok Barat tutur Kepala Kejaksaaan Tinggi (KEJATI)
Nusa Tenggara Barat Arif,SH.MH.
Selanjutnya terkait Relokasi Dana Pembangunan Kantor Pengganti Dinas Pertanian dan UPT BPP
Kabupaten Lombok Barat dugaan Kerugian keuangan negara sebesar 500 juta lebih sebagaimana
perhitungan dari BPKP Nusa Tenggara Barat.

Pembangunan Pengganti kantor Dinas Pertanian dan UPT BPP lahir dari KSO terhadap lahan yg
merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah Lombok Barat antara PT. Bliss dengan PT. Tripat,
dimana PT. bliss dibebankan untuk membiayai relokasi kantor Dinas Pertanian dan UPT. BPP yang
sebelumnya berdiri di atas lahan tersebut dan untuk biaya relokasi PT. Tripat menerima dana dari
PT. Bliss sebesar 2,7 M, namun yg dipakai membangun hanya sekitar 2,1 M sehingga selisihnya
menurut BPKP Total Kerugian keuangan negara dalam kasus ini sebesar 900 juta lebih.

Sebagai tersangka dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi dalam pengelolaan penyertaan modal
Pemerintah Daerah Lombok Barat pada PT.Tripat Tahun 2012/2013 dengan sangkaan Pasal 2 ayat (1)
dan Pasal 3 undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana di ubah dengan undng-undang nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan undang-undang RI nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tersangka Lalu Azril Sopandi.SE tersebut ditetapkan sebagai tersangka pada pagi hari Senin
09/12/2019 dan selanjutnya diperiksa sejak Pukul 09.00 WITA hingga pukul 15.00 WITA tersangka langsung dilakukan penahanan dan digiring ke Lapas Kota Mataram untuk menjalani masa penahanan
Tahap Penyidikan selama 20 hari. (yd)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top