Metropolitan

Masyarakat Kecewa Pengerjaan Proyek Turap Tanjung Sari Asal Jadi

TEBO JAMBI-RADARINVESTIGASI.ID-Masyarakat kelurahan sungai bengkal khususnya dusun Tanjung Sari sangat kecewa dengan pengerjaan proyek turap yang diduga asal asalan tidak sesuai dengan harapan kami sebagai masyarakat Selasa 14.januari 2020.

Saat wartawan RI temui salah satu pengawas yang di percayai oleh kontraktor di lapangan dia mengatakan saat ini kontraktor nya bukan yang dulu lagi dan dengan keterlambatan pengerjaan proyek tersebut adalah paktor alam dan pihak dari kontraktor sudah di denda sekitar rp.40juta dari jumlah anggaran ungkapnya.

Meskipun (28/12/19), sudah berakhir namun Proyek Lanjutan Pengendalian Daya Rusak Air Tanah di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo, hingga hari ini (14/1/20) masih belum rampung dikerjakan.

Berdasarkan data yang berhasil diperoleh wartawan RI, di lapangan proyek tersebut di anggarkan senilai Rp. 5,4 Milyar yang bersumber dari DPA SKPD DPUPR Provinsi Jambi Bidang SDA Tahun 2019.

PT. Krakatau Bumi Kalasan sebagai pemenang lelang dan yang mengerjakan paket proyek tersebut dengan jangka waktu 150 hari kerja dan nomor kontrak 614.11/20/DPUPR-4.3/VIII/201.

Tetapi sangat disayangkan
PT. Krakatau Bumi Kalasan sebagai penyedia jasa (Kontraktor), tidak bisa menyelesaikan pekerjaan hingga pada batas waktu yang sudah ditentukan pada (28/12/19).

Sehingga saat ini pekerjaan proyek tersebut masih terus berlanjut, padahal masa kontrak telah usai,
hal ini menjadi pokok perbincangan dikalangan masyarakat. Maupun publik.

Salah satu warga Tanjung Sari saat ditemui wartawan RI merasa heran dan kecewa dengan kinerja kontraktor yang diduga kuat asal jadi seharusnya sebelum pengecoran lantai turap tersebut seharusnya timbunan tanahnya harus di padati 100% biar tidak mudah longsor dan rusak sementara penimbunan belum padat sudah di cor ungkap warga.

“Kami merasa heran Pak, dalam papan informasi proyek turap tersebut masa kerjanya 150 hari, kalau di hitung dari mulai kerja, seharusnya akhir Desember tahun 2019 sudah selesai pekerjaannya
sampai saat ini belum juga selesai, dan masih di kerjakan ucap warga,

“Kami warga disini sangat kecewa dengan kinerja kontraktornya Pak, padahal kami sangat berharap agar turap ini bisa segera selesai, agar tidak terjadi longsor lagi yang mengakibatkan putus akses jalan kami satu satunya menuju jalur lalulintas dan untuk menuju pasar ugkap warga,

“Saya mewakili masyarakat Tanjung Sari meminta agar Kadis PUPR Provinsi Jambi segera menindak tegas pihak kontraktor, jika perlu putuskan saja kontrak dan masukkan daftar hitam perusahaan yang mengerjakan turap ini karena kami selaku masyarakat yang awam menilai pengerjaannya asal jadi dan tidak profesional dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah di tetapkan oleh pemerintah, tutup warga. (Edi Simbolon)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top