Metropolitan

Masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal Melakukan Aksi Tutup Portal di Simpang Tanjung Sari

TEBO.JAMBI-RADARINVWSTIGASI.ID- Aksi penutupan portal dilakukan oleh masyarakat kelurahan sungai bengkal di simpang tanjung sari kecamatan Tebo Ilir sore ini, selasa, 05-mey-2020.

Masyarakat kelurahan sungai bengkal sudah kesal melihat kondisi jalan yang sudah rusak parah atas aktivitas yang di lakukan oleh mobil damtruk yang melintasi jalan tersebut dengan muatan atau beban yang melebihi tonase.

Salah satu perwakilan dari masyarakat (Yadi Ladun) mengatakan kepada media RI saat kita temui di lapangan. Kencam keras kepada bagi yang punya usaha tambang kerikil dan pasir. kalau yang beroperasi di kelurahan sungai bengkal ini. diduga ilegal tidak ada satupun yang mengantongi surat izin galianse pertambangan,” ujarnya.

Saya selaku perwakilan dari masyarakat kelurahan sungai bengkal. sudah kesal hanya memikirkan keuntungan pribadi tidak memikirkan masyarakat. Jalan sudah hancur seperti itu tidak di perbaiki sudah tidak terhitung lagi masyarakat yang jatuh di jalan yang rusak parah itu”, ujarnya.

Berdasarkan surat pengaduan nomor:426/3661/2019, masyarakat RT 01, 02, RW, 01, Kelurahan sungai bengkal kecamatan Tebo Ilir tanggal 15-mei-2019 terkait jalan yang rusak arah ke. RT 12,13 dan 14, tanjung sari Kelurahan Sungai bengkal yang di alamatkan ke bapak bupati Tebo di antara lain tembusannya di alamatkan kepada kami, RW 01, dusun lamo RT, 02, dusun lamo RT, 01, dusun lamo RW 05, tanjung sari, RT 12.13 di ketahui oleh lurah M.Nur.S.Pd. semasa ia masih aktif menjadi lurah.

Dalam mediasi tersebut adalah jalan akan diperbaiki oleh pihak penambang. Muatan mobile di kurangi. Penambang di beri kesempatan selama satu bulan kedepannya TMT pada saat rapat tanggal 14-juni-sd/14-juli 2019. Diminta untuk dapat mengawasi pelaksanaan hasil keputusan tersebut maka akan di ambil tindakan selanjutnya. Penambang akan mengurus surat izin tambang yang ilegal sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Namun sangat di sayangkan semua hasil rapat atau mediasi tidak di indahkan oleh pihak penambang yang diduga ilegal tersebut”, ucap Yadi.

“Lurah sungai bengkal membenarkan iya kalau untuk sore ini. kita masih menunggu hasil musyawarah antara masyarakat dan yang punya usaha tambang tersebut. Karena kita sudah menghubungi pihak yang bersangkutan namun sampai saat ini belum juga datang. Warga saya meminta kalau mediasi di laksanakan hari Jum’at 09-mei-2020 ini,” tutup lurah. (Hermanto)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top