Metropolitan

Momentum HPN 74 Tahun, PWI Banyuwangi Undang Dewan Pers

Momentum HPN 74 Tahun, PWI Banyuwangi Undang Dewan Pers, kalangan mahasiswa, juga para undangan dan khususnya wartawan di Banyuwangi mendapat bekal ilmu jurnalistik dari dewan pers dalam acara seminar nasional yang diselenggarakan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.

Awal Pembukaan seminar tersebut Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, memberikan santunan kepada lima anak yatim-piatu.

Dalam kesempatan ini, Ketua Persatuan wartawan Indonesia ( PWI ) kabupaten Banyuwangi, Saifuddin Mahcmud, menyampaikan, yang menyelenggaralan kegiatan tersebut dari organisasi PWI di Banyuwangi yang beranggota sedikitnya 40 wartawan yang meliputi lintas media mulai dari media cetak, media elektronik dan media online, “insyalaah semuanya hampir anggota (PWI Banyuwangi,red) kami sudah 90% sudah terverifikasi”, jelasnya, sabtu (29/02/2020)

Lanjut, Saifuddin, memang kedepan setiap media(perusahaan pers) harus terivifikasi oleh dewan pers mulai dari lolos administrasi dilanjutkan dengan verifikasi vaktual selain verivikasi administrasi meliputi mulai dari perusahaan pers mempunyai kantor, karyawan, penasehat umum, penanggungjawab dan taat kode etik
“Verifikasi itu penting media, yang tidak terverifikasi dengan sendirinya berarti wartawannya belom mempunyai standar kumpotensi”, imbuhnya.

Sementara itu, moderator, dewan pers, Agus Sudibyo, saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional, terkait kebebasan pers, dari data yang dihimpun dewan pers berbagai informasi yang beredar yang dalam tulisnya ada yang menimbulkan kerugian pihak lain, salahsatu contoh gunung agung melitus bulan november 2017 lalu, berbagai media menggambarkan dramatis, sehingga dunia mengetahui apa yang terjadi (kejadian dibali.red) pers Indonesia menyebarkan gambar dramatis seperti gunung mengeluarkan lava panas, gambar pengungsi sehingga kekacauan yang terjadi.
Bersaman kejadian itu sehingga negara lain mengeluarkan travel warning Yang melarang atau menyarankan warganya untuk kebali,awalnya turis ingin pergi ke Bali dengan melihat Bali seperti itu membuat turis ketakutan sehingga turis memilih wisata ke lain negara seperti ke Pattaya “apa yang kita sebarkan didunia Maya itu sifatnya tidak bisa terhapuskan lagi, walau status gunung agung sudah reda namun turis tetap ketakutan ke bali karena gambarnya yang tersebar di internet menyeramkan”, tuturnya.

Menurutnya, Ini salah satu problem dari kebebasan pers, media/wartawan boleh memberitakan sesuatu kejadian namun dari dampak pemberitaanya juga di pahami. “Waktu itu dari kawan-kawan perhotelan dan pariwisata dibali mereka mengeluh pasalnya media pers Indonesia memberitakan lebih menguntungkan fattaya (tempat wisata di negara lain.red) dari pada di bali karena semua memberitakan tidak memikirkan dampak-dampak yang lainya sehingga para turis memilih ke fattaya”, jelasnya.

Tidak hanya itu saja, Agus mempertunjukkan kabar kejadian negara lain yakni kejadian bencana alam atau bencana sosial di Thailand yang terlanda banjir besar , gambar-gambar yang di munculkan gambar yang menyejukkan sehingga turis tetap berkunjung ke Thailand menurut Agus, kebebasan pers di Thailand sama juga dengan kebebasan pers Indonesia tapi wartawan Thailand memiliki kesepakatan dengan pemberitaan hanya sekali”itu bukan peraturan pemerintah atau pun dari peraturan dewan pers Thailand”, terang agus.

Agus, menambahkan, setiap profesi seperti dokter, pengacara pasti ada sertifikasi profesi baik di sertifikasi di wartawan agar semakin di akui semua pihak maka wartawan harus juga melakukan verifikasi untuk meningkatkan kepercayaan publik kepada wartawan dan meningkatkan profesionalisme kompotensi wartawan.
Acara istimewa ini di hadiri juga Bupati Banyuwangi, Kapolresta, Kalapas, HPMI, mahasiswa UNTAG 1945 Banyuwangi, berbagai media cetak, elektronik dan online di Banyuwangi. (Ari bp)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top