Metropolitan

Muzakar A. Gani Pimpin Kabupaten Bireuen, Siapakah Pendampingnya?

BIREUEN.RADARINVESTIGASI.ID-Jejak wafatnya Bupati Bireuen pada, Minggu, 19 Januari pukul 21.10 WIB, di Medan, Sumatra Utara, terlihat kondisi pemerintahan kabupaten Bireuen, mulai redup.

Apalagi dengan kondisi isu yang pernah dihembuskan oleh Kabag humas pemerintahan kabupaten Bireuen. Pada 16/ januari/2020 lalu, yang diisukan akan berlangsungnya mutasi pejabat di kalangan pemerintah kabupaten Bireuen.

Isu tersebut sempat membuat kalangan para penjabat mulai was-was karena takut kalau posisi mereka yang sedang menjabat sekarang tidak aman lagi
akibat isu yang dihembuskan pada 16 Januari lalu.

Namun menurut amatan Tarmizi Age salah seorang aktivis pro rakyat, asal Aceh Muzakkar A. Gani, putra kelahiran Pidie, di Mns Krueng Dhoe, Keumbang Tanjong, Aceh,

Pada 07 Desember 1959, ini, merupakan salah satu birokrat yang di ketahui sudah lama menjadikan Bireuen sebagai ladang tempat ia mencari rezeki, dan nafkah, sebut eks GAM Denmark.

Berdasarkan hasil pencarian google, Muzakkar yang memiliki alamat, di, Jl. Prada Utama, Lorong Keutapang Wangi, No.1, Gampong Prada Kec. Syiah Kuala, Banda Aceh dan beragama Islam itu, ternyata beristerikan warga gampong Leubu Cot, Kecamatan Makmur, kabupaten Bireuen, tambah Tarmizi Age, lagi.

Isteri Muzakkar yang memiliki nama Nurjannah, dan lahir pada 30 Desember 1971, merupakan putri dari pasangan H Muhammad Ali Hasan dan Ramlah, jelasnya.

Muzakkar memulai Pendidikan formalnya di Min Ie Leubue, Kembang Tanjong, Pidie (1967-1973), dan mengakhirinya di Program Dokter / Ilmu Sosial (S3), Pasca Sarjana Universitas Merdeka Malang (011-2014), sebelum ini merupakan wakil Bupati Bireuen, dan seterusnya Asisten 1 di provinsi Aceh.

Mencoba mendapat informasi dari publik, siapakah orang yang cocok mendampingin Muzakkar menjalankan aktivitas di pemerintahan Bireuen kedepan, Saifuddin Muhammad yang sering di sapa Ayah Fud (Mantan Anggota DPR Aceh) antara nama yang senter di bicarakan, urai Tarmizi Age.

Sementara nama H. Mukhlis, AMD, dilihat lebih tepat menjadi Bupati, berbanding duduk sebagai wakil bupati, yang dianggap tidak memiliki kuasa penuh, bahkan ada argumen yang melihat, dulu Golkar sebagai Bupati dan kini Golkar sebagai wakil Bupati, dianggap (turun kelas).

Untuk itu, Ayah Fud di anggap menjadi penyeimbang dalam kondisi Bireuen yang sedang membutuh keselaran pembangunan yang lebih baik kedepan, tutup Tarmizi Age yang juga salah seorang politikus muda, Aceh.

Apapun alasannya dan siapapun pilihannya, keputusan ini sangat tergantung pada pilihan partai pengusung dan pari purna DPRK Bireuen, tegas putra kelahiran Alue Sijuek, Pedada. (*)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top