Lintas Daerah

P3MD Mengadakan Gelar Pelatihan untuk Pengurus Bumdes se Kecamatan Bontoa

Maros.Radarinvestigasi.id-Pemerintah Desa Se-Kecamatan Bontoa dan Pendamping Desa Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) menggelar pelatihan pengurus Bumdesa Se Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros di Aula Kantor Camat Bontoa, Kamis (14/12/2017).

Kegiatan ini buka secara resmi oleh Sekertaris Camat Bontoa, Asrul Rifai Rachman.

Dalam sambutannya Asrul mengapresiasi kinerja pendamping desa yang selama ini pro aktif membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah kecamatan bontoa sehingga kegiatan pelatihan untuk pengurus Bumdesa bisa kita laksanakan hari ini.

Asrul menambahkan, pelatihan Bumdesa ini penting untuk memberi bekal pengetahuan terkait bagaimana mengelola Bumdesa secara baik sesuai regulasi, pengurus juga diharapkan memiliki manajemen yang baik serta profesional dalam mengelola Bumdesa sehingga Bumdesa mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD) bagi desa masing-masing.

Sementara itu Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) Kecamatan Bontoa, Amiruddin Talli mengatakan bahwa Pelatihan Pengurus Bumdesa Se Kecamatan Bontoa Tahun Anggaran 2017 ini akan berlangsung selama 3 hari yaitu mulai hari ini, 14-16 Desember 2017.

Besok jum’at akan ada field trip atau kunjungan lapangan ke salah satu Bumdesa di Kabupaten Bantaeng, yaitu Bumdesa Layar Terkembang yang ada di Desa Pajukukang, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa Program Pembangunan Masyarakat dan Desa (TA. PMD P3MD) Kabupaten Maros, Andi Mappisona dalam paparan materinya menegaskan urgensi atau pentingnya eksistensi Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) di Desa sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PAD).

Desa hari ini memiliki tiga sumber pendapatan, pertama Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari daerah atau APBD Kabupaten, kedua Dana Desa (DD) yang bersumber dari pemerintah pusat atau APBN, ketiga yaitu Pendapatan Asli Desa (PAD) yang bersumber dari Desa itu sendiri, tambahnya.

ADD maupun DD adalah dana stimulan dari negara, bukan tidak mungkin kedepan kedua sumber dana ini akan disetop atau tidak ada lagi. Jadi ketika dua sumber dana itu sudah tidak ada lagi dari mana desa ambil dana untuk membiayai pembangunan dan operasional pemerintah desa, katanya.

Disinilah pentingnya eksistensi Bumdesa yang akan menjadi sumber pendapatan asli desa yang nantinya dana itu digunakan untuk membiayai pembangunan dan operasional pemerintah desa.

Karena itu pengurus Bumdesa harus memiliki kecakapan dan kemampuan mengelola Bumdesa secara profesional dengan manajeman organisasi yang moderen dengan landasan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Bumdesa hadir bukan untuk kepentingan kepala desa secara individu, bukan juga untuk kepentingan pengurus Bumdesa saja tapi untuk kepentingan masyarakat banyak di desa ta masing, tandas Mappisona.

Bumdesa ini adalah program prioritas pertama kementerian desa dalam penggunaan Dana Desa, seperti tertuang secara eksplisit didalam Peraturan Menteri Desa No. 19/2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa,

Dalam peraturan menteri desa tersebut, ada 4 kegiatan priotitas penggunaan Dana Desa untuk Tahun Anggaran 2018, yaitu, Bumdesa, Embung Desa, Program unggulan desa dan Sarana olah raga desa. (*)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top