Metropolitan

PNS RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, Mengeluhkan Potongan Sistem Sidik Jari

Situbondo, Jatim.RadarInvestigasi.id – Belum lama pemerintah daerah Kabupaten Situbondo memberlakukan absen sidik jari, mulai diberlakukan hingga berita ini ditayangkan masih banyak pro dan kontra. Rabu, (13/12/2017).

Namun semakin hari semakin banyak yang mengeluh karena Absen Sidik jari ini.

Keluhan muncul karena kebijakan Pemerintah Kabupaten Situbondo yang ingin memperbaiki kinerja PNS-nya maupun justru menjadi boomerang untuk para PNS di Kabupaten Situbondo.

“Contohnya setiap hari jum’at kami harus pulang jam lima sore, dimana ketika sampai rumah apalagi tidak ada kendaraan umum dan terkadang kami terlambat menunggu jemputan karena sama-sama kerja, sehingga kami bisa terlambat” ungkap salah satu pegawai yang tak mau disebutkan namanya.

“Selain  itu, setiap kami terlambat atau tidak absen satu kali antara pagi atau sore kami dipotong, padahal walau telat pekerjaan kami banyak, bahkan kami kerap kelapangan dan menghasilkan pekerjaan, namun tetap saja dipotong”, ungkap salah satu yang tidak mau disebutkan namanya.

Hal tersebut bukan terjadi pada satu pegawai di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, namun hampir rata-rata jika di survei seluruh pegawai mengalami dan mengeluhkan hal yang sama.

“Kami tidak keberatan dengan sidik jari, namun tunjangan kami yang dipotong harusnya terbuka dan disosialisasikan”, Ungkap PNS lain yang dikonfirmasi masalah fingger Print ini.

Tambahnya, “Seharusnya ada sosialisasi dan pemotongan absensi keterlambatan transparan penggunaannya”.

Sementara itu, Kabag Tata Usaha RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, Heri Winarno saat ditemui RadarInvestigasi.id mengatakan bahwa, “Untuk absensi sistem sidik jari mengetahui kedisiplinan pegawai, bagi yang telat nanti akan dipotong di daftar gaji setiap bulannya beserta rincian di setiap ruangan itu sudah sesuai dengan nota dinas yang ditanda tangani direktur”. Saat ditemui dikantornya, Selasa, (12/12/2017).

“Untuk sosialisasi kami sudah lakukan, saat apel pagi maupun di setiap ruangan tetapi melalui kepala ruangan”, terangnya.

Heri menambahkan, “Potongan absensi bagi yang telat maupun tidak masuk tanpa ijin Rp. 5 ribu, dan untuk dr. Spesialis memang beda Rp. 100 ribu”.

Lebih jauh lagi, “Tak khayal dalam setahun terakhir terkumpul berkisar Rp. 3 milyar yang masuk kas rumah sakit secara keseluruhan melalui jadi satu rekening jasa pelayanan melalui kabag keuangan rumah sakit”.

“Untuk penggunaan pengeluaran anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) maupun potongan absensi setiap harinya selama setahun terakhir Rp. 3 milyar memang jadi satu di Rekening Kas Jasa Pelayanan. Serta bilamana ada sisa anggaran akan menjadi silpa anggaran di tahun berikutnya”, jelasnya.

Ini berbeda pernyataannya dengan PNS yang kami konfirmasi, pasalnya yang disosialisasikan tersebut bahwa uang dari pemotongan disimpan di kas rumah sakit, ungkap salah seorang PNS.

“Indikasi tidak digunakan semestinya, pasalnya tidak pernah ada keterbukaan terkait anggaran pemotongan tersebut kepada pegawai itu sendiri”, ujar salah satu PNS lainnya.

Sementara itu, Junaedi dari LSM Transparansi Situbondo mengungkapkan, “bahwa harusnya diterapkan sidik jari online sehingga PNS Kabupaten Situbondo bisa absen dari SKPD terdekat atau Instansi terdekat jika berada jauh dari kantornya, dan semestinya selain memberlakukan disiplin, Pemda Kabupaten Situbondo mesti memberikan reward untuk para PNSnya yang benar-benar bekerja dan memiliki absen yang lengkap, jangan asal potong  dan di beri sanksi”.

Junaedi menambahkan, “Apalagi santer terdengar sistem perhitungan akumulasi absennya sering error dan tidak sesuai kenyataan, dimana yang rajin masuk terkadang masih dianggap tidak masuk, yang tidak rajin bahkan bisa lebih bagus hasilnya”.

“Yang perlu dipertanyakan adalah kemana larinya uang potongan PNS yang terlambat atau tidak masuk, apakah masuk kas daerah, kas negara atau kas pribadi?, karena tidak jelas mekanisme dan pengawasannya pemotongan tunjangan daerah yang dikeluhkan pegawainya”, herannya.

Pewarta : Fauzi
Editor : Aka
Sumber : Situbondo, Jatim.RadarInvestigasi.id

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top