Hukum

Polres MBD Bersama Tim Inspektorat Direncanakan Akan Turun ke Desa Watuwei

Watuwei MBD.RadarInvestigasi.id – Polres MBD akan melakukan koordinasi dengan Inspektorat kabupeten Makuku Barat Daya, untuk turun bersama di desa watuwei, guna menghitung kerugian negara.
Hal ini di sampaikan langsung oleh Kapolres MBD, dalam pesan singkat melalui akun watshap kepada media Radar Investigasi.id.

Diketahui bahwa, dugaan penyalahgunaan dana desa watuwei, sudah di tangani oleh pihak penyidik polres mbd. Dari hasil konfirmasi media ini dengan orang nomor satu di wilayah hukum Polres mbd, dengan tegas Kapolres mengatakan bahwa, Polres mbd akan mengusut tuntas kasus dugaan penyalahgunaan add desa watuwei, sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku.

Melalui pesan singkat Kapolres MBD AKBP Norman S. Sitindaon, S.IK, yang di kirim melalui akun watshap pribadinya kepada media ini, dari hasil laporan tim penyidik polres mbd kepada kapolres mbd mengatakan bahwa “Kepada Yth, Kapolres MBD, Selamat siang komandan ijin melaporkan bahwa sehubungan dengan laporan pengaduan masyarakat desa Watuwei tentang penyalahgunaan keuangan Desa Watuwei, tindakan yang sudah dilakukan, telah menyurati dinas BPMD Kab. MBD untuk meminta dokumen APBDes Desa Watuwei dan Laporan pertanggung jawaban keuangan dana desa tahun 2015,2016,2017,2018 dan telah melakukan permintaan keterangan terhadap, SEFNAT LAIMUSLO ,
LAUNARD WARSOI,
ARIUS GUSTAF AWEWRA
PITER DANIEL JEFLEULAWAL
OKTOVIANUS AKELY
DAUD WOLTER WUTWENSA
EDISON WUTWENSA
ZAKARIAS WUTWENSA
HENDRYAN MADACRH
YOKBET LUFKEY
HEKTOR PARDE AWEWRA
YAKOB MAKUPIOLA,..

Geramnya masyarakat desa Watuwei, terhadap pemerintah desa karena dinilai tidak mampu mengelolah anggaran add desa watuwei selama ini. Bahkan, masyarakat menduga kalau pemerintah desa Watuwei telah melakukan penyalahgunaan terhadap add desa Watuwei.

Hal ini di langsir dari hasil konfirmasi media ini kepada salah satu pelapor yakni Bapak Sefnat Laimuslo. “Iya benar, add desa watuwei selama ini tidak pernah jelas kegunaannya. Bahkan ia mencontohkan dirinya sendiri bahwa, selama ini, dalam bidang pemberdayaan masyarakat, ia tidak pernah menerima sepersen pun dari dana pemberdayaan itu. Padahal ada keluarga yang bisa mendapat dana sebesar 10 juta, 5 juta sampai 2,5 juta rupiah. kata sefnat.

Tambahkan lagi bahwa, contoh pembangunan rumah guru yang di anggarkan dalam add desa watuwei, yang sampai saat ini belum selesai di kerjakan. Padahal rumah guru tersebut sudah berahli status sampai tiga kali. Yakni dari status rumah guru, rumah sosial dan terakhir rumah pegawai, namun pekerjaannya tidak perna tuntas. Tutup Sefnat. (Tim)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top