Metropolitan

Seorang Oknum Pejabat Pemkab Sumbawa Barat dipolisikan Terkait Kasus Penipuan dan Pungli

Sumbawa Barat.Radarinvestigasi.id -Korban kasus dugaan penipuan dan pungutan liar (pungli) yang di lakukan oleh seorang oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendatangi Polres Sumbawa Barat, untuk melaporkan seorang oknum pejabat dan dua rekan lainnya atas dugaan tindak pidana penipuan dan pungli yang di mereka lakukan dari beberapa korban.

Oknum pejabat tersebut saat ini menjabat sebagai sekretaris di Kantor KESBANGPOL Kabupaten Sumbawa Barat atas nama Sirajuddi (SRJ) yang sebelumnya menjabat sebagai Camat di Kecamatan Jereweh. SRJ telah melakukan tindak pidana dugaan penipuan dan pungli terhadap beberpa korban masyarakat yang di janjikan untuk bekerja di perusahaan PT. Macmahon yang ada di wilayah lingkar tambang PT AMNT.

Untuk melancarkan modus penipuannya SRJ bekerja sama dengan dua orang rekannya untuk mengambil sejumlah uang kepada korban, Saifullah alias Saves dan Manawari alias Riyan adalah dua orang suruhan atau kepercayaan SRJ untuk mendatangi korban guna mengumpulkan sejumlah uang yang akan di setor ke SRJ. Korban-korban tersebut dimintai sejumlah uang oleh SRJ dengan jumlah yang berbeda. Beberapa korban berhasil di identivikasi yaitu Andre 10 juta, Riyan Hidayat 12 Juta, Bunyamin 10 Juta, Herliadin 10 Juta, Syaifuddin 13 Juta, Alwan Wijaya 13 Juta, Eko Afriyanto 13 Juta dan Zainul Akbar 20 Juta dan masih banyak korban lainnya yang belum di identivikasi namanya. 01/02/2020.

Nurul Wahida salah seorang warga Benete mendatangi Polres Sumbawa Barat pada hari kamis 30/01/2020 guna membuat surat pengaduan terkait tindak pidana penipuan yang dilakukan oknum pejabat SRJ, Riyan dan Saves. Ikut juga korban-korban lain dalam pelaporan tindak pinada penipuan tersebut di Polres KSB, Nurul Wahida melaporkan SRJ Riyan dan Saves atas korban Eko Afriyanto yang merupakan anak kandungnya sendiri karena sudah merasa kesal atas ulah para pelaku yang menjanjikan anaknya bekerja di perusahaan Macmahon sampai saat ini tidak ada kejelasannya.

Korban-korban penipuan dan pungli tersebut menceritakan prihal penyerahan uang kepada SRJ, seperti yang di ceritakan Syaifuddin dan Alwan Wijaya asal kecamatan Lunyuk Sumbawa Besar. Saya menyerahkan langsung uang kepada pak SRJ di rumah pribadinya di Jereweh dan di saksikan oleh saudara Riyan dan Saves, uang yang saya serahkan sejumlah 26 juta karena kami berdua dimintai masing-masing 13 juta oleh pak SRJ tutur Syaifuddin.

Sementara Zainul Akbar menyerahkan langsung di ruang kerjanya saudara SRJ yang saat itu masih menjabat sekretaris Disnakertrans KSB sebesar 20 Juta dan di saksikan oleh Bapaknya sendiri Zainuddin Ali, bahkan saat itu saudara Zainul Akbar meminta rentan waktu satu atau dua hari lagi untuk menyerahkan uang tersebut namun SRJ tidak mau, karena uang tersebut harus ada hari itu juga dengan alasan sudah mendesak untuk segera di pekerjakan di PT Macmahon.

Adapun korban lain Eko Afriyanto yang merupakan anak kandung pelapor saudari Nurul Wahida , penyerahan uangnya di lakukan di rumah saudari Nurul Wahida kepada saudara Riyan dan Saves dan selanjutnya uang tersebut di bawa ke kantor Disnakertrans untuk di serahkan kepada saudara SRJ oleh Riyan dan Saves serta di saksikan oleh saudara Eko Afriyanto di ruang kerjanya.

Pada awal mulanya saudara Riyan dan Saves mendatangi saudara Haerul di Desa Benete menceritakan perihal bahwa ada lowongan pekerjaan di PT Macmahon bila ada yang mau di masukkan kerja di perusahaan tersebut harus membayar administrasi atau uang sebagai tanda jasa. Akhirnya saudara Haerul menyampaikan informasi kepada beberapa orang yang mau kerja termasuk kepada kakak iparnya saudara andre.

Saudara Andre, Herliadin, Bunyamin dan Riyan Hidayat uangnya di serahkan kepada Riyan dan Saves di rumah saya sendiri, selanjutnya mereka bersama-sama menuju kantor saudara SRJ untuk menyerahkan uang tersebut, waktu itu 13 mai 2019 penyerahan uangnya tutur Haerul di Polres KSB saat membuat laporan pengaduan. Namun sampai saat ini dari semua korban penipuan tersebut tidak ada satupun yang di panggil bekerja bahkan dengan entengnya saudara SRJ tidak mau bertanggung jawab atas semua uang korban yang dia terima.

Laporan tindak pidana pinipuan ini mendapat respon positif dari Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa. S.I.K dan laporan tersebut diterima oleh pihak Polres Sumbawa Barat, beberapa korban lain juga mendatangi saya dengan kasus yang sama bahkan rata-rata membawa kuwitansi, apalagi ini sudah lebih dari satu orang. Meskipun tanpa kuwitansi laporan tetap kita terima dan kami akan coba cari bukti-bukti pendukung lain apa. Dan saya langsung hubungi Reserse untuk segera di percepat prosesnya.

Karena prinsipnya dalam penerimaan satu pintu di Pemda KSB ini banyak yang coba bermain seolah-olah ini bisa di mainkan lewat Pemda sesungguhnya tidak juga, tetapi ada beberpa oknum pejabat yang mau memainkan.

Memang ada beberapa camat yang memainkan itu, apakah itu Camat Jereweh atau pun Camat Sekongkang terutama yang ada di lingkar tambang itu yang mau memanfaatkan situasi satu pintu itu. Pada saat pengurangan karyawan di PT. AMNT Wakil Bupati pun tidak bisa berbuat apa-apa juga dan beliau sendiri tidak bisa menyelamatkan mereka, saya selalu berkordinasi dengan pak Bupati dan mengatakan pada beliau untuk selalu berhati-hati Bahkan banyak yang nitip CV segala macam ke pak Bupati tapi beliau sebagai Kepala Daerah hanya bisa menerima saja, untuk mengeluarkan mereka dari sana tidak bisa dan tidak bisa menjanjikan apa-apa. Ketika Bapak meberikan kesempatan pada satu orang maka akan sampai kemana-mana. Karena apa, bapak nolong si A tapi tidak menolong saya, tegas Kapolres Sumbawa Barat di ruang kerjanya.

Kapolres Sumbawa Barat langsung memerintahkan anggota Reserse untuk sengera mengambil BAP para korban dan menjemput para pelaku tindak pinada pinipuan dan pungli yang di lakukan oleh saudara SRJ, Riyan dan Saves. Para korban meminta kepada pihak kepolisian agar uang yang mereka serahkan kepada SRJ, Riyan dan saves tersebut dapat di kembali seperti sedia kala tanpa ada kekurangan satu rupiah pun. Karena kebanyakan dari para korban meminjam uang pada rentenir bahkan sampai saat ini ada yang masih membayar bunga tiap bulan pada pemodal atau rentenir tersebut dengan suku bunga yang cukup besar. Semua itu di lakukan demi untuk bisa bekerja di perusahaan yang telah di janjikan oleh saudara SRJ yang merupakan oknum pejabat di lingkungan Pemda Sumbawa Barat. (YD)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top