Lintas Daerah

Tambang Ilegal Masih Saja Beroperasi, Aparat Terkesan Tutup Mata 

Radar Investigaai.id.Kalbar, Sintang– Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sintang masih saja marak. Aktivitas penambangan illegal ini kontras terlihat di Desa Baning dan masuk ke lokasi wilayah melalui desa marti guna, dalam kota Sintang dan jarak lokasi dari Mapolres Sintang cukup di tempuh dengan waktu 5 menit ke titik tempat berlangsungnya kegiatan pertambangan emas tanpa ijin tersebut.

Berdasarkan pantauan awak media pada Senin (03/04/2020) kemarin, puluhan set mesin tampak bebas beroperasi di atas tanah dengan menggunakan Lanting mesin seperti di gambar.

Anehnya, aparat setempat seperti tutup mata. Pasalnya lokasi aktivitas PETI tersebut tak jauh dari kantor jajaran Polres Sintang.

Padahal belum lama ini menurut keterangan warga setempat pernah di lakukan pembakaran mesin mesin penambang tersebut oleh aparat, sepertinya hal itu tidak di indahkan oleh para penambang atau mungkin ada sesuatunya di balik beroperasinya kembali para penambang peti tersebut, terang warga yang tak mau menyebutkan namanya ke pada RI( red ).

Selain mencemari sungai, aktivitas PETI ini juga sangat membuat bising warga dari suara suara mesin yang ada, Hal inilah yang dikeluhkan oleh warga di sekitaran tambang peti tersebut.

Salah seorang warga setempat yang enggan diberitakan identitasnya mengatakan bahwa PETI di daerah tersebut kembali beroperasi kurang lebih sudah beberapa tahun ini. Namun, lanjut dia, tak pernah ada penindakan dari aparat padahal kantor Mapolres tak jauh dari lokasi aktivitas PETI itu.

Sementara salah seorang warga lainnya yang juga enggan disebutkan namanya ini, turut mengeluhkan hal yang sama. Aktivitas PETI tersebut, lanjut dia, seolah-olah ada yang membekingi. Karena, kata dia, setiap ada aparat ke lokasi, aktivitas PETI pun berhenti. Namun selang beberapa hari, PETI kembali beroperasi.

“Warga pekerja PETI tersebut seperti ada kerjasama dengan oknum aparat penegak hukum yang ada. Menurut informasi yang saya dengar, mereka (pekerja PETI) ada bayar uang keamanan kepada oknum aparat, dengar-dengar dari pekerja peti, terang warga yang identitasnya kami tutupi ( red ).

Warga tersebut menyebut jika operasi PETI ini disampaikan ke Polsek maupun Polres Sintang akan percuma, sebab informasi tersebut akan bocor terlebih dulu. Untuk itu warga tersebut meminta untuk menginformasikan langsung ke Polda Kalbar ataupun Mabes Polri untuk melakukan penertiban diam-diam. (Tim)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top