Metropolitan

Teh Kelor Produksi pak Nasrin Merambah Pasar Luar Negeri

Mataram.Radarinvestigasi.id Selama ini daun kelor hanya di kenal oleh masyarakat sebagai sayur dan identik dengan konsumsi masyarakat kelas bawah atau bisa di katagori makanan masyarakat miskin, namun seiring dengan waktu kelor menjelma menjadi tumbuhan yang kaya akan manfaat untuk kesehatan dan menjadi sumber kemakmuran. 05/03/2020.

Seorang pengusaha jamu lokal di NTB berhasil menyulap daun kelor menjadi sumber ekonomi atau pendapatan yang sangat menggiurkan. Teh herbal yang berbahan dasar kelor adalah hasil olahan tangan terampil pak Nasril (panggilan akrabnya) asal Kilo Kabupaten Dompu Provinsi NTB mampu mencuri perhatian pasar di beberapa daerah di Indonesia bahkan luar negeri.

Di bawah bendera perusahan PT. TRI UTAMI JAYA Nasri H. Muhtar selaku direktur, merupakan sosok pria inspiratif dan inovatif dalam menciptakan trobosan-trobosan baru untuk mengembangkan usahanya demi terciptanya lapangan pekerjaan dan sumber keuangan baru.

Ada tiga prodak teh herbal yang berbahan dasar daun kelor dan sampai saat ini menjadi teh primadona yang sangat di gandrungi oleh semua kalangan masyarakat, bahkan teh dengan brand lokal ini telah mendapat pengakuan secara higienis dan legalitas TR dari BPOM sebagai produk halal, sehat serta layak di pasarkan dan di konsumsi oleh masyarakat pada umumnya.

Ada tiga varian merek teh kelor yang di pasarkan di masyarakat yakni Sasambodom (Sasak samawa mbojo dompu) Kidom (Kilo dompu) dan Morikai yang dalam bahasa dompu merupakan sumber kehidupan. Sampai saat ini permintaan untuk pasar lokal dan konsumen di wilayah NTB bahkan seluruh indonesia sangat besar, di tingkat nasional pun teh kelor ini sudah mempunyai distributor di 20 Provinsi di seluruh Indonesia.

Menurut pak Nasrin, bahkan prodak teh kelor miliknya sudah sampai keluar negeri. Kemaren di bawa oleh Lalu Muhammad Iqbal Duta besar Indonesia di Turki terus ke Rusia, Hungaria, korea, Jepang dan terahir kemaren di bawa dan di perkenalkan oleh pak H. Muhammad Syafruddin. ST. MM sebagai anggota DPR RI dari PAN dapil pulau Sumbawa ke Papua Nugini dan sekaligus beliau sebagai ambasadornya untuk memperkenal produk lokal dari NTB tutur pak nasrin di kediamannya.

Hari ini permintaan produk teh kelor ini baik dalam bentuk daun kelor maupun dalam bentuk bubuk sangat tinggi permintaannya, bahkan kami sangat kewalahan dengan permintaan pasar karena terkendala dengan bahan baku yang saat ini belum maksimal dalam pengembangan kelor di masyarakat. Ini merupakan produk Lokal Konten (kearifan lokal) yang satu-satunya brand lokal dari NTB yang mampu menembus pasar Nasional maupun Internasional bahkan satu-satunya yang telah mendapat TR dari BPOM lanjut pak nasrin.

Dalam hal ini pemerintah harus mau mensupot agar pengembangan kelor di NTB ini mampu menjadikan sebagai peluang ekonomi dan lapangan kerja untuk masyarakat. Gebrakan di lakukan pak nasrin merupakan peluang besar bagi masyarakat NTB untuk segera melakukan kelorisasi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Produksi teh kelor milik pak nasrin dikemas dalam dua varian yaitu dalam kemasan kaleng dan kemasan kotak. Untuk produk dalam bentuk kaleng mampu di produksi samapai 300 kaleng perhari dan 250 kotak perhari. (YD)

Teh Kelor Produksi pak Nasrin Merambah Pasar Luar Negeri

Mataram.Radarinvestigasi.id Selama ini daun kelor hanya di kenal oleh masyarakat sebagai sayur dan identik dengan konsumsi masyarakat kelas bawah atau bisa di katagori makanan masyarakat miskin, namun seiring dengan waktu kelor menjelma menjadi tumbuhan yang kaya akan manfaat untuk kesehatan dan menjadi sumber kemakmuran. 05/03/2020

Seorang pengusaha jamu lokal di NTB berhasil menyulap daun kelor menjadi sumber ekonomi atau pendapatan yang sangat menggiurkan. Teh herbal yang berbahan dasar kelor adalah hasil olahan tangan terampil pak Nasril (panggilan akrabnya) asal Kilo Kabupaten Dompu Provinsi NTB mampu mencuri perhatian pasar di beberapa daerah di Indonesia bahkan luar negeri.

Di bawah bendera perusahan PT. TRI UTAMI JAYA Nasri H. Muhtar selaku direktur, merupakan sosok pria inspiratif dan inovatif dalam menciptakan trobosan-trobosan baru untuk mengembangkan usahanya demi terciptanya lapangan pekerjaan dan sumber keuangan baru.

Ada tiga prodak teh herbal yang berbahan dasar daun kelor dan sampai saat ini menjadi teh primadona yang sangat di gandrungi oleh semua kalangan masyarakat, bahkan teh dengan brand lokal ini telah mendapat pengakuan secara higienis dan legalitas TR dari BPOM sebagai produk halal, sehat serta layak di pasarkan dan di konsumsi oleh masyarakat pada umumnya.

Ada tiga varian merek teh kelor yang di pasarkan di masyarakat yakni Sasambodom (Sasak samawa mbojo dompu) Kidom (Kilo dompu) dan Morikai yang dalam bahasa dompu merupakan sumber kehidupan. Sampai saat ini permintaan untuk pasar lokal dan konsumen di wilayah NTB bahkan seluruh indonesia sangat besar, di tingkat nasional pun teh kelor ini sudah mempunyai distributor di 20 Provinsi di seluruh Indonesia.

Menurut pak Nasrin, bahkan prodak teh kelor miliknya sudah sampai keluar negeri. Kemaren di bawa oleh Lalu Muhammad Iqbal Duta besar Indonesia di Turki terus ke Rusia, Hungaria, korea, Jepang dan terahir kemaren di bawa dan di perkenalkan oleh pak H. Muhammad Syafruddin. ST. MM sebagai anggota DPR RI dari PAN dapil pulau Sumbawa ke Papua Nugini dan sekaligus beliau sebagai ambasadornya untuk memperkenal produk lokal dari NTB tutur pak nasrin di kediamannya.

Hari ini permintaan produk teh kelor ini baik dalam bentuk daun kelor maupun dalam bentuk bubuk sangat tinggi permintaannya, bahkan kami sangat kewalahan dengan permintaan pasar karena terkendala dengan bahan baku yang saat ini belum maksimal dalam pengembangan kelor di masyarakat. Ini merupakan produk Lokal Konten (kearifan lokal) yang satu-satunya brand lokal dari NTB yang mampu menembus pasar Nasional maupun Internasional bahkan satu-satunya yang telah mendapat TR dari BPOM lanjut pak nasrin.

Dalam hal ini pemerintah harus mau mensupot agar pengembangan kelor di NTB ini mampu menjadikan sebagai peluang ekonomi dan lapangan kerja untuk masyarakat. Gebrakan di lakukan pak nasrin merupakan peluang besar bagi masyarakat NTB untuk segera melakukan kelorisasi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Produksi teh kelor milik pak nasrin dikemas dalam dua varian yaitu dalam kemasan kaleng dan kemasan kotak. Untuk produk dalam bentuk kaleng mampu di produksi samapai 300 kaleng perhari dan 250 kotak perhari. (YD)

Teh Kelor Produksi pak Nasrin Merambah Pasar Luar Negeri

Mataram.Radarinvestigasi.id Selama ini daun kelor hanya di kenal oleh masyarakat sebagai sayur dan identik dengan konsumsi masyarakat kelas bawah atau bisa di katagori makanan masyarakat miskin, namun seiring dengan waktu kelor menjelma menjadi tumbuhan yang kaya akan manfaat untuk kesehatan dan menjadi sumber kemakmuran. 05/03/2020

Seorang pengusaha jamu lokal di NTB berhasil menyulap daun kelor menjadi sumber ekonomi atau pendapatan yang sangat menggiurkan. Teh herbal yang berbahan dasar kelor adalah hasil olahan tangan terampil pak Nasril (panggilan akrabnya) asal Kilo Kabupaten Dompu Provinsi NTB mampu mencuri perhatian pasar di beberapa daerah di Indonesia bahkan luar negeri.

Di bawah bendera perusahan PT. TRI UTAMI JAYA Nasri H. Muhtar selaku direktur, merupakan sosok pria inspiratif dan inovatif dalam menciptakan trobosan-trobosan baru untuk mengembangkan usahanya demi terciptanya lapangan pekerjaan dan sumber keuangan baru.

Ada tiga prodak teh herbal yang berbahan dasar daun kelor dan sampai saat ini menjadi teh primadona yang sangat di gandrungi oleh semua kalangan masyarakat, bahkan teh dengan brand lokal ini telah mendapat pengakuan secara higienis dan legalitas TR dari BPOM sebagai produk halal, sehat serta layak di pasarkan dan di konsumsi oleh masyarakat pada umumnya.

Ada tiga varian merek teh kelor yang di pasarkan di masyarakat yakni Sasambodom (Sasak samawa mbojo dompu) Kidom (Kilo dompu) dan Morikai yang dalam bahasa dompu merupakan sumber kehidupan. Sampai saat ini permintaan untuk pasar lokal dan konsumen di wilayah NTB bahkan seluruh indonesia sangat besar, di tingkat nasional pun teh kelor ini sudah mempunyai distributor di 20 Provinsi di seluruh Indonesia.

Menurut pak Nasrin, bahkan prodak teh kelor miliknya sudah sampai keluar negeri. Kemaren di bawa oleh Lalu Muhammad Iqbal Duta besar Indonesia di Turki terus ke Rusia, Hungaria, korea, Jepang dan terahir kemaren di bawa dan di perkenalkan oleh pak H. Muhammad Syafruddin. ST. MM sebagai anggota DPR RI dari PAN dapil pulau Sumbawa ke Papua Nugini dan sekaligus beliau sebagai ambasadornya untuk memperkenal produk lokal dari NTB tutur pak nasrin di kediamannya.

Hari ini permintaan produk teh kelor ini baik dalam bentuk daun kelor maupun dalam bentuk bubuk sangat tinggi permintaannya, bahkan kami sangat kewalahan dengan permintaan pasar karena terkendala dengan bahan baku yang saat ini belum maksimal dalam pengembangan kelor di masyarakat. Ini merupakan produk Lokal Konten (kearifan lokal) yang satu-satunya brand lokal dari NTB yang mampu menembus pasar Nasional maupun Internasional bahkan satu-satunya yang telah mendapat TR dari BPOM lanjut pak nasrin.

Dalam hal ini pemerintah harus mau mensupot agar pengembangan kelor di NTB ini mampu menjadikan sebagai peluang ekonomi dan lapangan kerja untuk masyarakat. Gebrakan di lakukan pak nasrin merupakan peluang besar bagi masyarakat NTB untuk segera melakukan kelorisasi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Produksi teh kelor milik pak nasrin dikemas dalam dua varian yaitu dalam kemasan kaleng dan kemasan kotak. Untuk produk dalam bentuk kaleng mampu di produksi samapai 300 kaleng perhari dan 250 kotak perhari. (YD)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top