Metropolitan

Tepis Kalau Coran Jembatan Gantung Gunakan Material Pasir Putih : Hadi Prabowo Ajak Rekanan Kelapangan

Tebo Jambi-Radarinvestigasi.id-Harmen sebagai pimpinan perusahaan CV. Teluk Permai yang mengerjakan paket proyek jembatan gantung didesa tanah garo membantah tudingan jika pasir putih digunakan sebagai material utama untuk cor pondasi dan tapak jembatan.

Harmen berdaligh “kalau pasir putih yang terdapat dilokasi proyek tersebut digunakan untuk membangun jalan milik pemerintah desa tanah garo yang hancur pasca pekerjaan tersebut (12/03/20).

Informasi tersebut berbanding terbalik dengan penjelasan Bustami warga desa tanah garo kepada awak media.

Bustami mengatakan kalau jalan yang konon katanya sudah diperbaiki dan dicor kembali menggunakan pasir putih itu bohong, pasalnya hingga saat ini kamis (12/03/20) jalan itu sama sekali belum diperbaiki dan masih hancur.

Kami meminta kepada CV. teluk Permai selaku penyedia jasa pelaksana jembatan gantung untuk bertanggung jawab dan segera memperbaiki jalan yang rusak. Seharusnya kondisi jalan tersebut jika tidak dilalui oleh kendaraan kendaraan berat untuk memuat material masih bisa kami nikmati manfaatnya empat lima tahun kedepan . jangan beralibi lah.
Ujarnya

Terkait adanya dugaan kebohongan yang disampaikan oleh Harmen kepada publich selaku pimpinan perusahaan CV. Teluk Permai.

Hadi Prabowo Sekjen DPP LSM Masyarakat Peduli Pemantau Anggaran Negara (MAPPAN) merasa geram dan tak tinggal diam.

Sudahlah jangan terlalu sering membohongi masyarakat, mana masa pengerjaanya sudah molor, material yang digunakan juga diduga tidak sesuai standar.

Lanjutnya. Logikanya begini yah kalok memamg pasir putih yang ada dilokasi pembangunan jembatan gantung digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak seharusnya jalan itu sudah dalam kondisi baik dan tidak hancur.

Nah sekarang itu kondisi jalannya masih hancur namun pasir putih yang ada saat ini sudah tidak ada, apa mungkin pasir putih itu dibuang kesungai ????

Kalok memang mau join untuk investigasi kepalangan ayok !!! jangan cuman terima laporan dari anggota dan pekerja dilapangan.
Ujarnya

Wajar saja kalau pekerjaan ini bisa molor dari Kontrak sejajuh ini, kuat dugaan saya kemungkinan kalau Kasatker PJN II jambi, PPK 2.3, dan Consultan Pengawas jarang melakukan pengawasan dan pantauan kelokasi kegiatan pembangunan jembatan gantung.

Diduga karna kurang optimalnya dalam melakukan pengendalian serta pengawasan oleh Kasatker PJN II Jambi, PPK 2.3 dan Consultan pengawas terhadap pelaksanaan kegiatan kepada pihak rekanan sehingga semua yang terjadi dilapangan luput dari perhatian dan pantauan mereka. (herman)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top