Metropolitan

Tepisan Debi Erwin Mantan Ketum PMII terkait Hakim Vonis Ringan Anggota DPRD Tebo Fraksi Gerindra

TEBO-JAMBI-RADARINVESTIGASI.ID-Pengadilan Negeri Tebo menggelar sidang putusan terhadap Jumawarzi, terdakwa kasus tindak pidana memakai gelar akademik tanpa hak. Senin (16/3/2020).

Dalam sidang putusan yang dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim PN, Armansyah Siregar menyatakan terdakwa Jumawarzi bersalah dan divonis dengan dua bulan kurungan, denda sebesar 10 juta. Dan apabila denda tidak dibayarkan maka terdakwa Jumawarzi hukumannya digantikan dengan kurungan selama sebulan.

Alasan Ketua Pengadilan Armansyah Siregar terkait vonis ringan terdakwa Jumawarzi di Media Online www.portaltebo.id, ia mengatakan bahwa, “Dalam kasus ini ada tindak pidana yang dilakukan terdakwa Jumawarzi. “Yakni, dimana yang bersangkutan telah menggunakan gelar akademik tanpa hak, atau tanpa hak menggunakan gelar akademik,” sebut Ketua PN Tebo, Armansyah Siregar.

Kendati dengan sengaja menggunakan gelar akademik tanpa hak, terdakwa Jumawarzi hanya mencantumkan gelar SH pada identitas diri yaitu, KTP dan Kartu Keluarga (KK). Hal ini seperti yang didakwakan kepada Jumawarzi pada pasal 93 UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. “Gelar itu ia pakai hanya di KTP dan KK,” kata Ketua PN Tebo.

Atas dasar itulah lanjut dia, Pihak Pengadilan memvonis terdakwa Jumawarzi dengan kurungan penjara dua bulan, denda 10 juta dan subsider 1 bulan. “Dan itu adalah unsur yang meringankan, yakni tidak ada orang lain yang dirugikan dalam kasus ini,” tegas Armansyah lagi.

“kemudian juga ijazah itu oleh yang bersangkutan tidak pernah digunakan sama sekali. Gelar SH nya hanya ia gunakan pada KTP dan KK yang ia buat sendiri”, pungkasnya.

Terpisah, Debi Erwin mantan Ketua Umum PMII Kabupaten Tebo tahun 2016-2017 merasa lucu dengan alasan Ketua Pengadilan Negeri Tebo.

“Saya merasa lucu dengan alasan Ketua Pengadilan Negeri Tebo selaku Hakim Ketua dalam perkara ini, Hakim berpendapat terdakwa tidak memakai ijazahnya.

Sekarang pertanyaan saya, padahal seseorang mencantumkan gelar akademik di KTP dan KK sesuai aturan permendagri harus melampirkan ijazah terakhir sebagai salah satu syarat pembuatan KTP dan KK. Berarti pada saat pencantuman gelar akademik terdakwa telah menggunakan ijazah palsu tersebut”, kata Debi.

“Selanjutnya Ketua PN Tebo beralasan tindak pidana yang dilakukan terdakwa tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain, Apakah hakim tidak paham bahwa perkara Jumawarzi ini adalah Undang-Undang khusus bukan seperti pidana umum yang harus ada menimbulkan kerugian pada orang lain.

Contoh perkara yang dilakukan terdakwa sama dengan orang yang membakar lahan miliknya sendiri. Kenapa orang yang membakar lahannya sendiri itu ada tindak pidananya???

dan selama ini hakim selalu memvonis hukuman berat kepada pelaku yang membuka lahan dengan cara membakar, walaupun mereka membakar lahan miliknya sendiri yang mana kita ketahui tidak menimbulkan kerugian pada orang lain. Hal itu karena ada Undang-Undang khusus yang mengatur hal tersebut”, jelas Debi.

Lanjut Debi Erwin, “Seharus Hakim bukan fokus dengan administrasi pada saat pencalonan terdakwa menjadi calon DPRD, dalam perkara Jumawarzi ini sebenarnya dari tahun 2012 terdakwa telah melakukan tindak pidana karena memakai gelar palsu,

berarti sejak tahun 2012 Jumawarzi telah memiliki ijazah palsu. Sedangkan memiliki ijazah palsu aja itu ada pidananya, apalagi menggunakannya“, ucap Debi sambil senyum kecil.

“Yang jelas para mahasiswa akan merasa kecewa dengan vonis yang dilakukan Ketua PN Tebo, secara tidak langsung Ketua PN Tebo menurut saya telah menyepelekan dunia pendidikan.

Karena menganggap tindak pidana penggunaan gelar akademik tanpa hak bukan suatu kejahatan yang luar biasa di dunia pendidikan, dibuktikan dengan vonis ringan terhadap terdakwa Jumawarzi cetusnya Debi. (HRM)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top