Lintas Daerah

Terkait Pesangon, Pengusaha Karoke Platinum Kabur

Dobo.Radarinvestigasi.id-Sesuai Surat Keputusan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Aru Nomor, 560/06/IX/2016, tentang penetapan pembayaran Pesangon dan pembayaran kekurangan tunjangan hari raya, atas nama Prajek Efruan, ternyata belum direalisasi hingga sekarang. Oleh karena itu, yang bersangkutan telah memberikan kuasa kepada Advokat S. Ruspanah, SH bersama rekannya Yustus Rumakety SH, untuk diproses sesuai hukum dan UU yang berlaku.

Kuasa Hukum S. Ruspanah saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa karyawan Karoke Platinum atas nama Prajek Efruan sudah memberikan kuasa, dan sekarang sedang dalam upaya hukum. “Yang bersangkutan sudah memberikan kuasa terkait dengan permasalahan pesangon yang belum dibayarkan oleh pemilik Karoke Platinum. Kami sementara melakukan upaya hukum dan sudah mengirimkan Surat Somasi kepada pengusaha Karoke Platinum, dan tinggal menunggu jawaban. Apabila tidak maka kami akan melanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial, dan itu pasti kami lakukan. Tegasnya.

Kepala Dinas, Soasil Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang menandatangai Surat Keputusan, Moh. L.H. Nomay, S.Sos, ketika dikonfirmasi baru-baru ini, dirinya menolak memberikan keterangan dengan alasan masalah tersebut sudah lama. Selain itu, Dinas Tenaga Kerja sudah dimekarkan dan berdiri sendiri, sehingga data tentang masalah Pesangon karyawan Paltinum, sudah dibawah oleh pengawas tenaga Kerja.

Nomay meminta, supaya pengawas tenaga kerja dalam hal ini Bastian Batdjedelik dikonfirmasi karena pengawaslah yang lebih mengetahui masalah dimaksud. Bastian Batdjedelik, selaku pengwas Dinas Tenaga kerja, Provinsi Maluku yang ditugaskan di Kabupaten Kepulauan Aru, saat dihubungi melalui Hand Phone genggamannya menjelaskan bahwa keputusan pembayaran pesangon Pa Prajek Efruan sudah ditetapkan dan ditandatangani oleh kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Aru, waktu itu kepala Dinasnya adalah pa L. Nomay, S.Sos, tetapi sampai sekarang belum dibayar oleh pengusaha Karoke Platinum karena pemilik karoke tersebut tinggalnya di Surabaya.

Menurutnya selaku pengawas tenaga kerja, dirinya sudah melakukan upaya kerja sama dengan Bimas Polres Kepulauan Aru, untuk mendatangkan yang bersangkutan dari Surabaya tetapi bos platinum belum juga datang ke Aru. “Sampai sekarang penetapan pesangon itu belum dibyar karena Bos platinum tinggal di Surabaya. Waktu itu kita sudah bekerja sama dengan Bimas Polres Kepulauan Aru untuk menghadirkan bos Platinum datang di Dobo. Kita terus lakukan kordinasi dengan Bimas Kepolisian kepulauan Aru, waktu itu adalah pa Olop yang telepon langsung dengan bos Paltinum, dan ada komunikasi bahwa dia akan pulang untuk bayar. Ternyata bos Platinum belum juga datang ke Dobo sampai sekarang.

Menjawab sikap Pemilik Karoke Platinum yang terkesan menghindar, kuasa hukum Yus Rumahkety dan Stepanus Ruspanah mengaku, surat somasi sudah disampaikan kepada keluarga Pemilik Karoke, dan tingal menunggu informasi. Apabila tidak ada tanggapan, kuasa Hukum Ruspanah, berkomitmen akan tempuh jalur hukum melalui pengadilan Hubungan Industrial. “apabila tidak ada tanggapan baik dari pemilik Karoke Platinum, maka terpaksa kita akan tempuh jalur Hukum yaitu melalui pengadilan Hubungan Industrial. Tukasnya. (*)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top