Metropolitan

Tiduri Istri Orang, Seorang  Pawang Boet, Di Hajar Masa

Bireuen.Radarinvestigasi.id-Ini lah ibarat kucing yang berasil menjilat kepala ikan tetangga saat. Hasrat tak dapat di bendung tak mengenal itu siapa dan di mana ketika namsu bejat pria yang di kenal sebagai pawang Boet, berasil megelabui isri temanya sendiri saat suasana  dalam ke adaan aman.

Namun tak di sangka nasib seorang pawang boet di Jangka, Kabupaten Bireuen yang di boyong massa, karena diduga habis siksa isri orang dengan benda tumbulnya. atau berbuat mesum dengan seorang perempuan yang sudah bersuami, dan beranak dua,  di salah satu desa di kecamatan itu, Rabu (15/1).

Keterangan yang dihimpun media ini menyebutkan, adanya dugaan jika salah seorang warga desa di kecamatan Jangka,  Saf bin N (37), baru saja berbuat mesum dengan seorang perempuan yang sudah bersumi, yang juga warga desa tetangganya, Sur bin B (37). Warga setempat, memang sudah lama mengetahui hubungan mereka yang menjalin cinta terlarang, dan semakin curiga saat Saf ke luar dari rumah perempuan itu, pada malam harinya.

Entah dari mana datangnya, tiba tiba warga menyerbu dan menghajarnya Saf, sampai babak beluar hingga tak berdaya di halaman rumah Sur. Beruntung ada yang melapor ke Polsek Jangka yang segara meluncur ke TKP. Tampaknya warga masih tidak puas terhadap laki-laki yang diketahui telah beristri dan memiliki anak dua orang, semakin gencar menghajarnya. Polisi terpaksa melepaskan sejumlah tembakan ke udara untuk membubarkan massa, yang sasat itu juga polisi mengevakuasinya ke Kantor Satpol PP dan WH di Bireuen.

Saat di Introgasi patugas WH, ke duanya tidak menampik sudah terjalin hubungan cinta gelap, dan mengakui pula jika perbuatan yang melanggar syariat Islam sudah dilakukan berulang kali.

Sur mengatakan pula jika suaminya. Sudah tidak mampu melayaninya di tempat tidur. Saat kejadian yang menimpa Saf, kebetulan di rumahnya tidak ada suaminya, karena tiap malamnya, rutin berjualan Mie di Keude Jangka.

Malah, terungkap juga, jika Saf telah lama menyewakan rumah di Lhokseumewe atas nama Sur, yang diyakini rumah tersebut sebagai tempat kencan ke duanya.

Namu dalam rapat penyelesaian kasus secara kekeluargaan di Kantor Satpol PP dan WH Kabupaten Bireuen, Kamis (16/1) petang yang dipimpin Kasi Penyidikan, HT Amrullah, Lc, MA, yang juga penyidik non penyidik PNS, ternyata Kasus “Naik ke Bulan” tidak berlanjut ke Mahkamah Syariah dan tidak berakhir dengan hukuman cambuk, karena disepakati dengan perdamaian.

Adanya dugaan jika ada oknum yang “bermain” dalam dugaan khalwat itu. Betapa tidak, saat di Introgasi petugas, pasangan tersebut mengakui adanya perbuatan itu, tapi saat dalamn rapat penyelesaian kasus, ternyata mereka menyangkalnya.

Makanya, diselesaikan secara damai karena beralasan keduanya di tangkap bukan karena OTT, atau tertangkap tangan.

Dalam surat perjanjian damai yang duibacakan Ahmad Kelana berisi perjanjian yang antar lain, Saf harus membayar uang dhyat (denda) bebesar Rp 20 juta kepada suami, Saf. Berjanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar qanun syariat IslamNo 6 tahun 2014 serta qanun no 9 tahun 2008 tentang tentang adat dan poeradilanadat gampong. Maka jika mengulangi perbuatannya, maka bersedia diproses cambuk sesuai dengan qanun.

Ke duanya dihukum adat gampong dengan  membayar ketentuan yang berlku Rp 5 Juta, Ke duanya berjanji tidak melakukan lagi hubungan dalam bentuk apapun, dan kepada Sur “dipersona non gratakan” alias harus meninggalkan desanya.

Adanya dugaan jika ada oknum yang “bermain” dalam kasu yang menimpa kedua pelanggar Qanun Aceh no 6 tahun 2014 itu . Betapa tidak, saat di Introgasi petugas, pasangan tersebut mengakui adanya perselingkuhan itu, tapi saat dalam rapat penyelesaian kasus, ternyata mereka menyangkalnya. Makanya, harus diselesaikan secara damai karena beralasan keduanya pun  di tangkap bukan karena OTT, atau tertangkap tangan.

Kasatpol PP dan WH Kabupaten Bireuen, Jamaluddin, SP yang didampingi Kabid hokum dan perundangan, Lidyawari, SH, Kamis (17/1) membenarkan, jika pelanggar Syariat Islam tlah diamankan Kantornya, Kamis (17/1) dini hari, atau sekitar pukul 02.00 WIB. Begitupun saat ditanya identitas lengkap pelaku, disebutnya masih belum dikethui, mengingat belum lagi diperiksa. “Belum bisa ditanyakan, mengingat luka yang diderita pelaku laki-laki, cukup parah di bagian kepala, akibat dipukuli massa, dan bisa jadi harus dirawat dulu ke rumah sakit,” kilahnya Lidyawati beralasan. Kepada media ini. (M. Reza)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top