Wakil DPRD Banyuwangi, H. M. Ali Mahrus : 30.000 Repid test “Gratis” Untuk ber-KTP Banyuwangi

dibaca 145x

Banyuwangi – Radar Investigasi | Biaya untuk Repid test mandiri yang ternilai mahal oleh para sopir logistik yang akan mengirimkan barang dagangannya ke bali masih terus Di perjuangkan menurut mereka harga Repid test mandiri sangat mencekik.

Mereka sangat berharap untuk kebijakan pemerintah untuk biaya Repid test tersebut di hapus.

Dalam hal itu, beberapa perwakilan sopir yang akan menyebrang ke Bali lakukan hearing yang dipimpin oleh  M Ali Mahrus di dampingi perwakilan dari Eksekutif  Asisten Ekonomi Guntur Priambodo di kantor DPRD Banyuwangi, Jawa timur Sabtu,( 29/06/2020) lalu

Menurut keterangan, Wakil DPRD Banyuwangi, H. M Ali Mahrus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi Sudah menyanggupi untuk memfalitasi 30.000 Repid Test Gratis untuk para sopir logistik yang Ber KTP Banyuwangi Yang hendak menyeberang Ke bali namun Ali mahrus belum jelas sasarannya

“utk rapid sopir
kmren pemda sdh menyanggupi utk memfasilitasi rapid test gratis khusus sopir ber ktp banyuwangi yang mau menuju pulau bali. dan pemda sudah pesan rapid test sebanyak 30.000“terangnya kepada Radar Investigasi melalui pesan singkat WA Selasa, (30/06/2020)

Ali Mahrus, Menambahkan, untuk persiapan kesediaan Repid test tersebut, pihaknya berkonfirmasi dengan Asisten Ekonomi, Guntur Priambodo hingga berita ini di muat, masih belum ada titik terang kapan Repid Tersebut Di Realisasi.

“namun ketika ditanya kapan datangnya. pemda melalui asisten 2 bpk guntur tdk bisa memastikan kapan datang dan dimulainya rapid test gratis tsb”imbuhnya

Namun sayangnya, menurut Ali Mahrus, Biaya Repid test untuk para sopir logistik tidak dapat di hapus, lanjutnya, Pemkab Banyuwangi sedikitnya sudah membantu meringankan beban Biaya Repid test

” kalau selama pandemi jelas gak mungkin mas, tapi minimal pemerintah hadir utk bisa meringankan beban rakyat. meski tidak selama musim pandemi yang kita sendiri tidak tau kapan usai nya masa-masa pandemi ini, pemda masih pesan 30.000 dan belum datang mas, kebutuhan hearing kmren krn eksekutif tdk bisa memastikan kapan datangnya
jika sdh datang jelas harus ada laporan kmn saja sasaran rapid test tsb” tutupnya

(Ari BP)