Lintas Daerah

Warga Geram, Pasalnya Penyaluran BLT, BST di Kab. Luwu Masih Ada Belum Terdata

Luwu.Radarinvestigasi.id-Pemerintah kian sigap dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak virus corona (covid-19). Rencananya, pemerintah akan memberikan beberapa jenis bantuan sosial berupa bantuan paket sembako, bantuan sosial tunai (BST) dan bantuan langsung tunai (BLT).

Tujuan dari rencana pemberian program bantuan ini adalah guna menjaga daya beli masyarakat di masa corona. Nantinya, semua bantuan tersebut akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia, dan menyasar kepada warga terdampak secara langsung maupun tak langsung.

Menariknya, menyoal bantuan tunai BST dan BLT, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp600.000 setiap bulannnya selama tiga bulan. Sehingga, total bantuan yang diterima per keluarga adalah Rp1,8 juta

Jika melihat ada orang disekitar Anda baik tetangga atau saudara Anda yang mengalami krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 bisa memberitahukan informasi ini, terutama bagi mereka yang benar-benar telah memenuhi syarat namun belum sadar dengan informasi bantuan ini.

Mari kita bantu siapa saja disekitar kita yang mengalami dampak ekonomi akibat pandemi covid-19 dengan tidak hanya membagi informasi terkait bantuan sosial dari pemerintah tapi juga turut membantu mereka yang kurang informasi dengan menuntun mereka bagaimana cara mendaftar agar bisa menerima bantuan sosial ke RT/RW di tempat tinggal Anda.

Namun dalam kenyataannya masih ada warga yang belum mendapatkan bantuan sama sekali, seperti yang dialami Seorang Nene Tibeng yang tinggal bersama cucunya dibawah garis kemiskinan, Nene Tibeng ini berusia 75 tahun, dan berdomisili di Lingkungan Ronto, Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Meskipun usia yang sudah menjelang manula tersebut, dalam menyambung nasib, ia tetap bekerja meskipun sebagai pembuat sapu lidi, wal hasil dari penjualan sapu lidi itulah yang diapakai membeli kebutuhan pokok sehari-hari.

Saat kami konfirmasi kepada Nene Tibeng dan menyakan apakah Nene dapat bantuan dari pemerintah? Nene Tibeng mengatakan bahwa “saya tidak dapat bantuan apapun dari Pemerintah, terkecuali raskin tapi itu pun saya bayar sebesar Rp.30.000 rupiah”, ungkapnya.

“Kondisi Nene Tibeng sangat memprihatinkan, tak percaya rasanya masih ada di wilayah ibu kota Kecamatan ada warga yang mengalami kondisi seperti ini, betul-betul di bawah garis kemiskinan, atapnya dari rumbia dan sudah bocor-bocor, dapurnya menggunaka kayu bakar, sumurnya kadang di tempati itik berenang, kamar madinya yang tak berdinding, lantai rumahnya dari tanah, dinding rumahnya sudah di makan rayap”, ungkap Moh Bahrun.B selaku Kordinator Badan Anti Teror DPW FPI Kab. Luwu pada media Radar Investigasi baru-baru ini.

“Rumah Nene Tibeng berdinding kayu, atap rumah bocor, listrik numpang kepada tetangga dan kelengkapan rumah tangga tidak ada sama sekali, kecuali beberapa piring dan sedok maupun gelas”, cetusnya.

“Melalui Kesempatan ini saya berharap para pemegang kebijakan hadirlah kalian untuk memberi haknya, sebagai salah satu penerimah bantuan yang sangat layak, apalagi dengan situasi pandemi Covid 19 ini beliau rentang terkena penyakit tersebut, untuk itu sekali lagi saya harapkan Pemerintah setempat melalui Kepala Desa agar memberikan Bantua BLT dan memberikan bantuan Rehab Rumah agar kedepannya Nene Tibeng bisa tinggal di Rumah yang layak huni”, tambahnya.

“Dan tidak lupa saya juga menghimbau kepada aparat Kelurahan agar dalam melakukan pendataan harus betul-betul terjun langsung kelapangan melihat warganya yang pantas mendapatkan bantuan, karena saya yakin masih ada warga yang lain yang hidupnya dibawah garis kemiskinan yang belum terdata, sehingga tidak mendapat bantuan sama sekali, jadi ini adalah tugas pemerintah dalam memberikan data yang betul-betul tepat sasaran, sehingga bantuan tersebut sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan”, tutupnya dengan penuh harapan. (tim)

Komentar Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat datang di website resmi www.radarinvestigasi.id, sebuah website pemberitaan yang terintegrasi dengan media cetak radar investigasi

Copyright © 2017 RADAR INVESTIGASI. Developed by CV. Alfajril Multimedia.

To Top